Profil Vadim Zimin, Pembawa Koper Nuklir Rusia yang Tewas Ditembak

Jum'at, 08 Juli 2022 - 14:33 WIB
loading...
Profil Vadim Zimin,...
Vadim Zimin membawa koper hitam di samping Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/twitter
A A A
MOSKOW - Apabila kita memperhatikan setiap acara kenegaraan Presiden Rusia Vladimir Putin, akan ada seseorang yang selalu membawa koper hitam kecil ketika pergi menemani sang Presiden.

Koper hitam kecil tersebut rupanya berisi kendali hulu ledak nuklir. Usut punya usut, nama sosok pembawa koper tersebut adalah Vadim Zimin.



Menurut laporan, ia ditembak di rumahnya dengan pistol pneumatik Izh 79-9TM. Ia pun koma saat menerima perawatan intensif.

Baca juga: Perang di Ukraina, Putin Tegaskan Rusia Belum Benar-benar Memulai Apa Pun

Oleh saudara laki-lakinya, Zimin ditemukan dalam genangan darah dengan luka tembak di kepala, di dapur flatnya yang terletak di Krasnogorsk, Moskow.

Sementara istrinya tidak berada di tempat. Ia dikabarkan tengah pergi untuk merawat tentara yang berperang dalam invasi ke Ukraina. Istri Zimin ini bekerja sebagai petugas medis.

Baca juga: Identitas Pelaku Penembakan Mantan PM Jepang Abe Terungkap, Ini Penampakannya

Banyak misteri yang menyelimuti kematian Zimin. Surat kabar Rusia, Moskovsky Komsomolets, mengatakan Zimin menerima tuduhan suap terkait peran seniornya di Administrasi Pabean Pusat.

Ia telah membantah tuduhan tersebut, namun tetap dipecat dari jabatannya dan ditempatkan di bawah tahanan rumah.

Banyak dugaan terkait kematiannya. Surat kabar mengatakan bahwa dia depresi karena kehilangan pekerjaan dan penghasilannya.

Zimin diduga mencoba bunuh diri setelah minum-minum bersama saudaranya. Ia juga dilaporkan media Rusia mengalami overdosis. Namun, hal ini masih menjadi misteri.

Vadim Zimin merupakan pensiunan kolonel atau mantan perwira keamanan Rusia berusia 53 tahun.

Rupanya, tugas yang terkait dengan koper nuklir bukan hal baru baginya, karena Kolonel Zimin sudah bertanggung jawab atas tas nuklir selama menjadi anggota aktif di Dinas Keamanan Federal (FSS).

Badan ini dulunya bernama Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB) pada era Soviet. Bersama pemimpin Kremlin, ia kerap terlihat membawa kendali hulu ledak nuklir sang Presiden.

Ia memang sudah langganan menjaga koper berisi nuklir tersebut, bahkan ketika mantan Presiden Rusia Boris Yeltsin masih menjabat.

Zimin pun tetap menjaga keamanan dengan bertugas menangani koper yang dapat mengakhiri dunia itu, hingga Vladimir Putin menjabat.

Ketika Soviet bubar pada dekade 1990-an, Putin menggantikan Boris Yeltsin sebagai Presiden Rusia yang baru. Saat itulah, Zimin dipromosikan ke pangkat kolonel di Rusia.

Ia naik pangkat hingga mendapatkan posisi kolonel di bawah pengganti Vladimir Putin. Namun, tugas detail dari Zimin sebagai kolonel sebenarnya masih belum diketahui.

Ia hanya terlihat membawa koper hitam yang menjadi simbol ketakutan negara Barat karena dapat memicu bencana jika benar-benar digunakan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved