Inggris Bakal Bikin 2 Kapal Induk Baru, Masing-masing Rp52,7 Triliun

Jum'at, 26 Juni 2020 - 10:22 WIB
loading...
Inggris Bakal Bikin...
Kapal induk HMS Queen Elizabeth dan saudaranya, HMS Prince of Wales, milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Foto/PA Media/BBC
A A A
LONDON - Inggris mengungkap rencana ambisius, yakni membangun dua kapal induk baru untuk Angkatan Laut Kerajaan. Masing-masing kapal raksasa itu nantinya senilai lebih dari £3 miliar (lebih dari Rp52,7 triliun).

Kantor Audit Nasional (NAO) memperingatkan bahwa rencana ambisius itu tidak akan terwujud tanpa pendanaan yang tepat. NAO menyoroti kekhawatiran atas elemen-elemen kunci yang hilang seperti jet tempur dan kapal-kapal perang pendukung.

Kementerian Pertahanan mengatakan pihaknya mengharapkan untuk memenuhi target ambisius itu dengan menyatakan "kemampuan operasi awal" untuk dua kapal induk pada Desember 2020.

NAO dalam laporannya yang dikutip BBC, Jumat (26/6/2020), mengatakan Kementerian Pertahanan belum menyiapkanpendanaan yang diperlukan untuk jet tempur siluman F-35 Lightning II untuk menopang kapal induk selama masa operasi 50 tahun ke depan seperti yang diharapkan.

Angkatan Laut, lanjut NAO, hanya memiliki satu kapal pendukung yang mampu menjaga kapal induk tetap siaga penuh dengan makanan dan amunisi saat beroperasi.

Lebih lanjut, NAO memperingatkan pengadaan sistem radar udara baru Crowsnest milik kapal induk Inggris—yang merupakan bagian penting dari pertahanannya—terlambat 18 bulan, yang semakin mengurangi kemampuan kapal induk selama dua tahun pertama.

Kapal induk sering dipandang sebagai simbol dan alat jangkauan global dan kekuatan militer sebuah negara. Tetapi hanya sedikit negara yang mampu membangun dan mengoperasikannya. (Baca: Kapal Induk Inggris Senilai Rp54 Triliun Mengalami Kebocoran )

Angkatan Laut Kerajaan Inggris mempertaruhkan masa depannya pada dua kapal induk saat ini, yakni HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales. Salah satu kapal itu pernah mengalami kebocoran ketika menjalani uji coba laut.

Setiap kapal induk membutuhkan armada kecil kapal untuk perlindungan, pengisian bahan bakar dan pasokan. Selain itu juga membutuhkan pesawat untuk logistik, pesawat peringatan dini dan pesawat jet tempur untuk melakukan serangan.

Tidak ada yang murah, tetapi tidak seorang pun di Departemen Pertahanan yang sepenuhnya yakin dengan biaya secara keseluruhan. Sekadar diketahui, setiap kapal induk yang dibangun harus mampu bertahan untuk 50 tahun ke depan.

Meg Hillier, ketua Komite Akuntan Publik dan anggota parlemen Partai Buruh, yang mencermati pekerjaan NAO, mengatakan Angkatan Laut Kerajaan Inggris dalam bahaya yang diabaikan dengan kemampuan "berlubang" kecuali jika masalah itu diatasi.

"Kementerian Pertahanan memiliki ambisi yang tinggi untuk kapal induk itu, tetapi belum menempatkan uang di mulutnya," ujar Hillier.

"Yang mengkhawatirkan, masih belum tahu biaya penuh untuk mendukung dan mengoperasikan (Kelompok) Tempur Kapal Induk," katanya.

Sementara itu, seorang juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan; "(Kelompok) Tempur Kapal Induk adalah tantangan yang kompleks, yang bergantung pada campuran kemampuan dan platform."

"Kami tetap berkomitmen untuk berinvestasi dalam kemampuan ini, yang menunjukkan peran global Inggris," ujarnya.

"Meskipun gangguan Covid-19, Kelompok Tempur Kapal Induk berada di jalur untuk penyebaran operasional pertamanya," paparnya. (Simak juga infografis: Bentrok Dengan China, India Kebut Pembelian 33 Jet Tempur Rusia )
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved