Peningkatan Kasus Virus Corona di Eropa Bikin WHO Khawatir
Kamis, 25 Juni 2020 - 23:34 WIB
loading...
A
A
A
"Selama berminggu-minggu, saya telah berbicara tentang risiko kebangkitan ketika negara-negara menyesuaikan langkah-langkahnya," ujar Kluge.
"Di beberapa negara di Eropa, risiko ini kini menjadi kenyataan - 30 negara telah melihat peningkatan dalam kasus kumulatif baru selama dua minggu terakhir," imbuhnya.
"Di 11 negara ini, transmisi yang dipercepat telah menyebabkan kebangkitan yang sangat signifikan sehingga jika dibiarkan akan mendorong sistem kesehatan ke jurang sekali lagi," ungkapnya.
Kluge mengatakan negara-negara seperti Polandia, Jerman, Spanyol dan Israel dengan cepat merespons wabah berbahaya yang terkait dengan sekolah, tambang batu bara, serta pengaturan produksi makanan, dan mengendalikan mereka melalui intervensi cepat.
Meskipun ada peringatan tentang kebangkitan, dia mengatakan WHO mengantisipasi bahwa situasi akan lebih tenang di sebagian besar negara selama musim panas.
"Tapi kita memang harus bersiap untuk musim gugur, ketika Covid-19 dapat bertemu influenza musiman, pneumonia, penyakit lain juga, karena pada akhirnya virus masih aktif beredar di komunitas kita dan tidak ada pengobatan yang efektif, tidak ada vaksin yang efektif, belum," ujarnya.
"Di beberapa negara di Eropa, risiko ini kini menjadi kenyataan - 30 negara telah melihat peningkatan dalam kasus kumulatif baru selama dua minggu terakhir," imbuhnya.
"Di 11 negara ini, transmisi yang dipercepat telah menyebabkan kebangkitan yang sangat signifikan sehingga jika dibiarkan akan mendorong sistem kesehatan ke jurang sekali lagi," ungkapnya.
Kluge mengatakan negara-negara seperti Polandia, Jerman, Spanyol dan Israel dengan cepat merespons wabah berbahaya yang terkait dengan sekolah, tambang batu bara, serta pengaturan produksi makanan, dan mengendalikan mereka melalui intervensi cepat.
Meskipun ada peringatan tentang kebangkitan, dia mengatakan WHO mengantisipasi bahwa situasi akan lebih tenang di sebagian besar negara selama musim panas.
"Tapi kita memang harus bersiap untuk musim gugur, ketika Covid-19 dapat bertemu influenza musiman, pneumonia, penyakit lain juga, karena pada akhirnya virus masih aktif beredar di komunitas kita dan tidak ada pengobatan yang efektif, tidak ada vaksin yang efektif, belum," ujarnya.
Lihat Juga :