Kemhan Rusia Puas dengan Performa Senapan Serbu Baru Kalashnikov AK-12

Minggu, 03 Juli 2022 - 20:35 WIB
loading...
Kemhan Rusia Puas dengan...
Kemhan Rusia Puas dengan Performa Senapan Serbu Baru Kalashnikov AK-12. FOTO/TASS
A A A
MOSKOW - Senapan serbu AK-12 , yang dikembangkan oleh perusahaan Kalashnikov, sejauh ini telah melampaui persyaratan tembakan tanpa henti dari Kementerian Pertahanan Rusia . Hal itu diungkapkan perusahaan tersebut di saluran Telegram, Kamis (30/6/2022).

“AK-12 mengalami 680 tembakan tanpa henti, melebihi tiga kali standar Kementerian Pertahanan,” kata laporan itu, seperti dikutip dari kantor berita TASS.

Baca: Terungkap, Produsen Senapan Sejuta Umat AK-47 Rusia Tidak Diberi Sanksi Barat

Senapan serbu AK-12 yang baru dikembangkan dari Kalashnikov memiliki kaliber 5,45 mm. Ini membanggakan akurasi api yang lebih besar dan beberapa rel Picatinny yang menyediakan platform untuk memasang aksesori tambahan seperti pemandangan, pegangan depan, senter, dan penunjuk laser.

Selain itu, AK-12 dilengkapi dengan kompensator rem moncong berperforma tinggi tipe bayonet yang mudah dilepas. Konfigurasi moncong memungkinkan untuk segera memasang perangkat api tanpa suara dan tanpa nyala api.

Kalashnikov AK-12 adalah senjata baru yang dimaksudkan untuk menggantikan generasi sebelumnya dari senapan serbu Kalashnikov 5,45mm (AK74, AK74M) yang digunakan oleh pasukan pemerintah Rusia dan lainnya.

Baca: Mengenal Mikhail Kalashnikov, Perancang Senapan AK-47 Asal Rusia

Proyek AK-12 dimulai pada tahun 2011 oleh pabrik senjata IZHMASH (sekarang bagian dari perhatian "Kalashnikov") sebagai usaha swasta. Pada tahun 2013, senjata itu dimasukkan ke dalam uji coba "Ratnik" yang diadakan oleh tentara Rusia. Tujuan dari uji coba "Ratnik" adalah untuk memilih kit tempur baru untuk pasukan khusus Rusia.

Selama tahun-tahun ini, senapan AK-12 mengalami beberapa modifikasi. Senjata awal, dikembangkan antara 2011 dan 2013, dirancang oleh Vladimir Zlobin, mantan desainer senjata kecil senior di biro desain
senjata Tula Sporting and Hunting (TsKIB SOO), yang diundang untuk bekerja di Izhevsk pada 2010.

Senapan AK-12 terlihat sedikit lebih modern dan 'trendi' dari varian AK yang ada. Senjata ini tampil cukup baik selama putaran kedua uji coba dan tes resmi. Pada awal 2016 disetujui untuk produksi batch awal dan uji coba lapangan dalam dua versi, AK-12 5,45mm (indeks GRAU 6P70 / 6П70) dan AK-15 7,62mm (indeks GRAU 6P71 / 6П71).
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved