Militer Israel Tembak Jatuh 3 Drone Hizbullah di Mediterania

Minggu, 03 Juli 2022 - 17:31 WIB
loading...
Militer Israel Tembak Jatuh 3 Drone Hizbullah di Mediterania
Militer Israel Tembak Jatuh 3 Drone Hizbullah di Mediterania. FOTO/Reuters
A A A
YERUSALEM - Militer Israel pada Sabtu (2/7/2022) mengaku telah menembak jatuh tiga pesawat tak berawak yang diluncurkan oleh kelompok militan Lebanon Hizbullah. Tiga drone itu diduga menuju daerah di mana sebuah platform gas Israel baru-baru ini dipasang di Laut Mediterania.

Peluncuran pesawat tak berawak itu tampaknya merupakan upaya Hizbullah untuk mempengaruhi negosiasi yang ditengahi Amerika Serikat (AS) antara Israel dan Lebanon mengenai perbatasan laut kedua negara, sebuah wilayah yang kaya akan gas alam.

Baca: Rusia Tembak Jatuh Drone Mirip Rudal, Ukraina Pakai Senjata Primitif untuk Menyerang

Dalam sebuah pernyataan, Israel mengatakan pesawat itu terlihat sejak awal dan tidak menimbulkan "ancaman segera." Meskipun demikian, insiden itu mendapat peringatan keras dari Perdana Menteri sementara Israel, Yair Lapid.

"Saya berdiri di hadapan Anda saat ini dan mengatakan kepada semua orang yang mencari kematian kami, dari Gaza ke Teheran, dari pantai Lebanon ke Suriah: Jangan uji kami," kata Lapid dalam pidato pertamanya kepada bangsa sejak menjabat sebagai Perdana Menteri.

“Israel tahu bagaimana menggunakan kekuatannya melawan setiap ancaman, melawan setiap musuh,” lanjut Lapid, seperti dikutip dari AP.

Awal bulan ini, Israel mendirikan rig gas di ladang Karish, yang menurut Israel terletak di dalam bagian perairan ekonominya yang diakui secara internasional. Sementara Lebanon mengklaim berada di perairan yang disengketakan.

Baca: Israel Tuduh Hizbullah Lancarkan Serangan Siber ke Pasukan PBB di Lebanon

Hizbullah mengeluarkan pernyataan singkat, membenarkan bahwa mereka telah meluncurkan tiga pesawat tak berawak ke arah masalah maritim yang disengketakan di lapangan Karish dalam misi pengintaian. “Misi telah tercapai dan pesan telah diterima,” katanya.

Israel dan Hizbullah adalah musuh bebuyutan yang berperang selama sebulan pada musim panas 2006. Israel menganggap kelompok Lebanon yang didukung Iran sebagai ancaman langsung yang paling serius, memperkirakan mereka memiliki sekitar 150.000 roket dan rudal yang ditujukan ke Israel.

Sementara AS pada pekan lalu mengatakan bahwa mediator Amos Hochstein telah mengadakan pembicaraan dengan pihak Lebanon dan Israel. “Pertukaran itu produktif dan memajukan tujuan mempersempit perbedaan antara kedua belah pihak. AS akan tetap terlibat dengan pihak-pihak di hari-hari dan minggu-minggu mendatang,” kata kantornya dalam sebuah pernyataan pekan lalu.
(esn)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1474 seconds (11.97#12.26)