Erdogan Sebut Operasi Militer di Suriah Dapat Dimulai Kapan Saja
Sabtu, 02 Juli 2022 - 22:00 WIB
loading...
Erdogan Sebut Operasi Militer di Suriah Dapat Dimulai Kapan Saja. FOTO/Reuters
A
A
A
ANKARA - Operasi militer baru Turki di Suriah utara dapat dimulai kapan saja. Hal itu ditegaskan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan , Jumat (1/7/2022).
"Saya selalu mengatakan bahwa kami dapat memulai (operasi) kapan saja di malam hari. Kami tidak perlu khawatir dan terburu-buru, terutama karena kami bekerja di daerah itu. Saya harap kami akan memulai operasi ketika saatnya tiba," kata Erdogan kepada wartawan setelah kembali dari KTT NATO di Madrid.
Baca: Erdogan: Turki Terus Perkuat Angkatan Bersenjatanya Jadi Terkuat di Dunia
Seperti dilaporkan kantor berita TASS, pihak berwenang Turki sebelumnya telah melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Turki sepenuhnya siap untuk operasi lintas batas. Menurut Erdogan, tujuan utama dari rencana operasi di Suriah adalah untuk memperluas zona keamanan sepanjang 30 kilometer yang dibuat pada Oktober 2019 setelah Operasi Mata Air Perdamaian.
Media lokal melaporkan bahwa 50.000 tentara Turki dan 5.000 pejuang dari apa yang disebut Tentara Pembebasan Suriah, yang dikendalikan oleh Ankara, diperkirakan akan ambil bagian dalam operasi tersebut.
"Saya selalu mengatakan bahwa kami dapat memulai (operasi) kapan saja di malam hari. Kami tidak perlu khawatir dan terburu-buru, terutama karena kami bekerja di daerah itu. Saya harap kami akan memulai operasi ketika saatnya tiba," kata Erdogan kepada wartawan setelah kembali dari KTT NATO di Madrid.
Baca: Erdogan: Turki Terus Perkuat Angkatan Bersenjatanya Jadi Terkuat di Dunia
Seperti dilaporkan kantor berita TASS, pihak berwenang Turki sebelumnya telah melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Turki sepenuhnya siap untuk operasi lintas batas. Menurut Erdogan, tujuan utama dari rencana operasi di Suriah adalah untuk memperluas zona keamanan sepanjang 30 kilometer yang dibuat pada Oktober 2019 setelah Operasi Mata Air Perdamaian.
Media lokal melaporkan bahwa 50.000 tentara Turki dan 5.000 pejuang dari apa yang disebut Tentara Pembebasan Suriah, yang dikendalikan oleh Ankara, diperkirakan akan ambil bagian dalam operasi tersebut.
Lihat Juga :