PM Inggris: Putin 35 Kali Ancam Perang Nuklir sejak Menginvasi Ukraina
Sabtu, 02 Juli 2022 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Segera setelah dimulainya invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, Putin meningkatkan kewaspadaan di Barat ketika dia menempatkan pasukan nuklirnya dalam siaga tinggi.
Sementara Kremlin mengatakan bahwa Rusia hanya akan menggunakan senjata konvensional dalam perangnya Ukraina, momok senjata nuklir telah menjadi tema konstan di televisi pemerintah Rusia, yang mendorong pesan Kremlin tentang perang Ukraina.
Para panelis pada program propaganda Kremlin sering merujuk pada uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Sarmat yang sukses oleh Rusia, yang menurut Putin akan siap untuk dikerahkan pada akhir tahun 2022. Mereka juga secara teratur membicarakan prospek pertempuran antara Rusia dan NATO.
Tetapi Johnson mengatakan bahwa apa pun retorika Putin, "sangat, sangat penting bahwa kita tidak boleh...membiarkan diri kita teralihkan oleh keributan pedang semacam ini."
"Pada dasarnya, apa yang coba dilakukan Putin adalah membingkai ulang ini sebagai sesuatu tentang Rusia versus NATO...bukan," ujar Johnson, yang dilansir Newsweek, Jumat (1/7/2022).
"Ini tentang serangannya terhadap negara yang sama sekali tidak bersalah, dengan senjata konvensional, dengan artileri, pengeboman dengan pesawat, peluru dan sebagainya dan ini tentang hak Ukraina untuk melindungi diri mereka sendiri."
Johnson mengatakan kepada pembawa acara LBC, Nick Ferrari, bahwa pertemuan puncak NATO menunjukkan bahwa aliansi itu bertekad untuk memberi Ukraina sarana guna melindungi diri mereka sendiri, dan menunjukkan keberhasilan mereka di Laut Hitam di mana pasukan Rusia menarik diri dari Pulau Ular.
Sementara Kremlin mengatakan bahwa Rusia hanya akan menggunakan senjata konvensional dalam perangnya Ukraina, momok senjata nuklir telah menjadi tema konstan di televisi pemerintah Rusia, yang mendorong pesan Kremlin tentang perang Ukraina.
Para panelis pada program propaganda Kremlin sering merujuk pada uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Sarmat yang sukses oleh Rusia, yang menurut Putin akan siap untuk dikerahkan pada akhir tahun 2022. Mereka juga secara teratur membicarakan prospek pertempuran antara Rusia dan NATO.
Tetapi Johnson mengatakan bahwa apa pun retorika Putin, "sangat, sangat penting bahwa kita tidak boleh...membiarkan diri kita teralihkan oleh keributan pedang semacam ini."
"Pada dasarnya, apa yang coba dilakukan Putin adalah membingkai ulang ini sebagai sesuatu tentang Rusia versus NATO...bukan," ujar Johnson, yang dilansir Newsweek, Jumat (1/7/2022).
"Ini tentang serangannya terhadap negara yang sama sekali tidak bersalah, dengan senjata konvensional, dengan artileri, pengeboman dengan pesawat, peluru dan sebagainya dan ini tentang hak Ukraina untuk melindungi diri mereka sendiri."
Johnson mengatakan kepada pembawa acara LBC, Nick Ferrari, bahwa pertemuan puncak NATO menunjukkan bahwa aliansi itu bertekad untuk memberi Ukraina sarana guna melindungi diri mereka sendiri, dan menunjukkan keberhasilan mereka di Laut Hitam di mana pasukan Rusia menarik diri dari Pulau Ular.
Lihat Juga :