Hasil Unggulan Pertanian Gaza, Wilayah Palestina yang Diblokade Israel

Jum'at, 01 Juli 2022 - 23:02 WIB
loading...
Hasil Unggulan Pertanian...
Stroberi, salah satu hasil unggulan pertanian Gaza, Palestina. Foto/Mustafa Hassona/Anadolu Agency
A A A
GAZA - Jalur Gaza , wilayah Palestina yang diblokade Israel selama bertahun-tahun, memiliki lahan pertanian yang subur. Hanya saja, blokade telah membuat para petani di sana tidak bisa leluasa mengekspor hasil unggulan pertanian mereka.

Sekadar diketahui, wilayah Palestina saat ini praktis hanya tinggal Tepi Barat—yang dikendalikan pemerintah Otorita Palestina (PA) dari faksi Fatah—dan Jalur Gaza yang dikendalikan faksi Hamas.

Bertani telah menjadi pekerjaan andalan penduduk Palestina, terutama yang bermukim di Jalur Gaza.

Data dari Badan Pusat Statistik Palestina pada 2010 menunjukkan ada 292.000 tenaga kerja di sektor pertanian dengan 52 persen bekerja penuh waktu.

Baca juga: 4 Masjid yang Dialihfungsikan Israel, Jadi Kelab Malam hingga Arena Judi

Palestina memiliki area pertanian seluas 121 hektare di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Dari area seluas itu, 68% di antaranya dimanfaatkan untuk bertani, 10% beternak, dan 21,8% kombinasi dari bertani dan beternak.

Mengutip TRT World, berikut hasil unggulan pertanian Gaza:

1. Jeruk

Buah ini terkenak dihasilkan dari kerja keras para petani di Khan Younis.

2. Zaitun

Kebun zaitun menjadi lahan mata pencaharian warga Gaza di Jabaliya. Ada juga petani di sana yang membudidayakan kacang almon.

3. Kurma

Buah ini terkenal dihasilkan dari perkebunan di Al Zawayda.

4. Anggur

Buah anggur yang dihasilkan di lahan pertanian Khan Younis dijuluki sebagai "emas kuning" karena kualitasnya yang bagus.

5 Stroberi

Buah ini menjadi produk unggulan para petani di Um Naser dan Dier Balah. Selain stroberi, dua wilayah pertanian tersebut juga menghasilkan tomat, ubi jalar, dan aneka sayuran.

Pasar Produk Pertanian Gaza

Produk-produk pertanian Gaza biasanya dipasarkan ke beberapa negara terdekat, seperti Israel, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Yordania. Lantaran masih diblokade Israel, setiap produk pertanian Gaza juga terpaksa lewat Isrel.

Palestina, yang belum menjadi negara merdeka, belum memiliki mata uang sendiri. Rakyatnya, termasuk para petani Gaza, menggunakan mata uang shekel (Israel), dinar (Yordania) dan pound (Mesir) sebagai alat untuk transaksi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Sinergi BPJS dan Kejaksaan...
Sinergi BPJS dan Kejaksaan Agung, Jaga Keberlangsungan JKN
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved