Oxfam Kutuk G7 karena Membuat Jutaan Orang Kelaparan di Dunia
Rabu, 29 Juni 2022 - 07:02 WIB
loading...
A
A
A
Pekan lalu, WFP menyatakan punya rencana "yang paling ambisius dalam sejarah WFP" dan membutuhkan USD22,2 miliar untuk “menyelamatkan nyawa dan membangun ketahanan bagi 152 juta orang pada tahun 2022.”
Tidak jelas dari mana mereka memperoleh angka itu, karena negara-negara G7 sendiri telah mengatakan 323 juta orang berada di ambang kelaparan karena krisis pangan yang mengerikan tahun ini, dengan 950 juta diperkirakan akan kelaparan total pada 2022.
Sementara negara-negara G7 enggan membuka dompet mereka untuk mengatasi kelaparan dunia, puluhan miliar dolar telah dijanjikan dalam bantuan ekonomi dan mematikan ke Ukraina, di mana perang telah mengganggu panen gandum yang biasanya menyumbang seperlima dari "grade tinggi" gandum dan 7% dari semua gandum.
Program pangan PBB biasanya membeli setengah gandumnya dari negara tersebut.
Krisis pasokan yang memperburuk adalah rekor kekeringan di seluruh dunia, terutama Afrika Timur yang terkena dampaknya.
“Satu orang diperkirakan meninggal karena kelaparan setiap 48 detik di Ethiopia, Kenya dan Somalia, di mana kekeringan adalah yang terburuk dalam 70 tahun,” papar Oxfam.
Tidak jelas dari mana mereka memperoleh angka itu, karena negara-negara G7 sendiri telah mengatakan 323 juta orang berada di ambang kelaparan karena krisis pangan yang mengerikan tahun ini, dengan 950 juta diperkirakan akan kelaparan total pada 2022.
Sementara negara-negara G7 enggan membuka dompet mereka untuk mengatasi kelaparan dunia, puluhan miliar dolar telah dijanjikan dalam bantuan ekonomi dan mematikan ke Ukraina, di mana perang telah mengganggu panen gandum yang biasanya menyumbang seperlima dari "grade tinggi" gandum dan 7% dari semua gandum.
Program pangan PBB biasanya membeli setengah gandumnya dari negara tersebut.
Krisis pasokan yang memperburuk adalah rekor kekeringan di seluruh dunia, terutama Afrika Timur yang terkena dampaknya.
“Satu orang diperkirakan meninggal karena kelaparan setiap 48 detik di Ethiopia, Kenya dan Somalia, di mana kekeringan adalah yang terburuk dalam 70 tahun,” papar Oxfam.
(sya)
Lihat Juga :