Ada 3.200 Kasus, WHO Belum Tetapkan Cacar Monyet Darurat Kesehatan

Minggu, 26 Juni 2022 - 13:26 WIB
loading...
Ada 3.200 Kasus, WHO...
WHO belum tetapkan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Foto/Kolase/Sindonews
A A A
JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menetapkan cacar monyet menjadi darurat kesehatan global, meskipun Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan sangat prihatin dengan wabah tersebut.

"Saya sangat prihatin dengan wabah cacar monyet, ini jelas merupakan ancaman kesehatan yang berkembang yang diikuti oleh rekan-rekan saya dan saya di Sekretariat WHO," kata Tedros seperti dilansir dari Channel News Asia, Minggu (26/6/2022).

Label "darurat global" saat ini hanya berlaku untuk pandemi virus Corona dan upaya berkelanjutan untuk memberantas polio. Badan PBB itu membatalkan niatannya untuk menerapkan status yang sama pada cacar monyet setelah mendapat saran dari pertemuan para ahli internasional.

Baca juga: WHO Pertimbangkan Tetapkan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Global

Menurut WHO ada lebih dari 3.200 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi dan satu kematian dilaporkan dalam enam minggu terakhir dari 48 negara di mana penyakit cacarmonyet biasanya tidak menyebar.

Sejauh tahun ini hampir 1.500 kasus dan 70 kematian di Afrika tengah, di mana penyakit ini lebih umum ditemukan, juga telah dilaporkan, terutama di Republik Demokratik Kongo.

Monkeypox, penyakit virus yang menyebabkan gejala mirip flu dan lesi kulit, sebagian besar telah menyebar pada pria yang berhubungan seks dengan pria di luar negara endemik.

Menurut WHO penyakit ini memiliki dua clades - strain Afrika Barat, yang diyakini memiliki tingkat kematian sekitar 1 persen dan yang merupakan strain yang menyebar di Eropa dan tempat lain, serta strain Congo Basin, yang memiliki tingkat kematian mendekati 10 persen.

Baca juga:Indonesia Patut Waspada, Negara Tetangga Konfirmasi Kasus Cacar Monyet

Ada vaksin dan perawatan yang tersedia untuk cacar monyet, meskipun persediaannya terbatas.

Keputusan WHO kemungkinan akan mendapat beberapa kritik dari para ahli kesehatan global, yang mengatakan menjelang pertemuan bahwa wabah itu memenuhi kriteria untuk disebut darurat.

Namun, yang lain menunjukkan bahwa WHO berada dalam posisi sulit setelah COVID-19 . Deklarasi bahwa virus Corona baru masuk kategori keadaan darurat kesehatan masyarakat pada Januari 2020 sebagian besar diabaikan oleh banyak pemerintah sampai sekitar enam minggu kemudian, ketika badan tersebut menggunakan kata "pandemi" dan negara-negara mengambil tindakan.

Baca juga: Korea Selatan Laporkan Kasus Pertama yang Diduga Cacar Monyet

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
WHO Ungkap Lebih dari...
WHO Ungkap Lebih dari 16.500 Orang di Gaza Butuh Perawatan Medis Mendesak
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
WHO Cabut Status Covid-19...
WHO Cabut Status Covid-19 sebagai Darurat Kesehatan Global
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved