Ajudan PM Hungaria: UE Harus Akhiri Sanksi pada Rusia

Sabtu, 25 Juni 2022 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Baca juga: 2.000 Tentara Ukraina Dikepung Pasukan Rusia dan Milisi Donbass

Dia menambahkan, “Saat ini, yang kita alami adalah semakin banyak sanksi yang kita terima, semakin buruk kondisi kita. Dan Rusia? Ya, itu menyakitkan mereka juga, tetapi mereka bertahan. Dan yang lebih buruk, mereka melanjutkan di Ukraina.”

Strategi yang ditempuh UE selama empat bulan terakhir hanya membuahkan sedikit hasil, ajudan itu berpendapat.

Dia menambahkan, “Jika terus seperti ini, menurut pemikiran yang masuk akal, itu akan berakhir dengan cara yang buruk bagi Eropa.”

Menurut dia, UE harus memikirkan kembali strateginya dan fokus pada cara-cara diplomatik sebagai gantinya.

“Kita harus memikirkan sesuatu. Negosiasi, gencatan senjata, perdamaian. Diplomasi. Itu solusi kita,” ungkap dia.

Hungaria, yang sangat bergantung pada energi Rusia dan memiliki salah satu hubungan paling dekat dengan Moskow dari negara-negara anggota UE, telah berulang kali memperingatkan tentang konsekuensi yang berpotensi suram dari sanksi anti-Rusia untuk blok tersebut.

Pada 10 Juni, Viktor Orban mengatakan potensi embargo gas "akan merusak seluruh ekonomi Eropa."

Uni Eropa telah memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia atas operasi militernya di Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Iran Ancam Serang Fasilitas...
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Negara-Negara Arab, jika..
Rekomendasi
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved