Drone AS Tak akan Bertahan Lama di Ukraina, Kiev Kini Inginkan F-16

Sabtu, 25 Juni 2022 - 00:30 WIB
loading...
Drone AS Tak akan Bertahan...
Drone MQ-1C Grey Eagle adalah yang terbaru dalam garis keturunan General Atomics. Foto/us army
A A A
KIEV - Ketika Washington dilaporkan menghentikan penjualan drone tempur Gray Eagle ke Ukraina, pejabat militer di Kiev kini meminta jet tempur seperti F-15 dan F-16 sebagai gantinya.

Menurut pejabat Ukraina, jet tempur itu memiliki peluang lebih baik melawan pertahanan udara Rusia.

“Ukraina bukan Afghanistan dan pesawat tak berawak berharga mahal akan ditembak jatuh,” ujar seorang pilot kepada Foreign Policy pekan ini.

Baca juga: Lavrov: UE dan NATO Bentuk Koalisi Perangi Rusia

Pensiunan perwira dan pakar Amerika Serikat (AS) seperti Max Boot yang kelahiran Moskow, dengan lantang menganjurkan pengiriman Gray Eagles ke Ukraina.

Menurut Boot, drone canggih itu sebagai "pengubah permainan" potensial dalam konflik.

Namun, Gedung Putih telah menunda rencana mengirim empat drone semacam itu ke Kiev, menurut laporan Reuters pekan lalu. AS khawatir drone itu bisa jatuh ke tangan Rusia.

Baca juga: Ramzan Kadyrov Klaim Pasukannya Kepung Tentara Ukraina di Zolote

Sementara para jenderal Ukraina ingin mendapatkan drone, pilot lebih memilih pembom tempur AS, menurut Foreign Policy.

"Kami tidak menganjurkan Grey Eagles," ungkap seorang pilot yang dipanggil “Moonfish” kepada outlet tersebut.

Dia menambahkan, “Sangat berbahaya menggunakan drone mahal seperti itu dalam kasus kami, karena pertahanan udara musuh. Bukan Afghanistan di sini.”

MQ-1C Grey Eagle adalah yang terbaru dalam garis keturunan General Atomics dari pesawat tak berawak yang digunakan selama “perang melawan teror” AS, mulai dari Afghanistan dan Irak hingga Somalia dan Yaman.

Drone itu dipersenjatai rudal Hellfire, yang memiliki jangkauan sekitar delapan kilometer, lebih pendek jangkauannya dari drone bunuh diri Switchblade atau Phoenix Ghost yang telah dikirim AS ke Ukraina.

“Ini bisa berguna di garis depan,” ujar pilot pesawat tempur lainnya, yang dipanggil sebagai “Jus”.

Namun, tambahnya, Grey Eagles mungkin tidak akan bertahan lebih dari satu atau dua misi. Setiap drone berharga USD10 juta.

Ukraina telah membuat kesepakatan besar dengan memiliki drone serang Bayraktar TB2 Turki di gudang senjatanya.

TB2 berharga sekitar USD2 juta atau lebih. Moonfish mengklaim TB2 "sangat berguna dan penting" pada hari-hari awal konflik, tetapi "hampir tidak berguna" sekarang karena pasukan Rusia telah meningkatkan pertahanan udara mereka.

Pilot itu mengatakan kepada Foreign Policy bahwa, “Ukraina sekarang membatasi penggunaan Bayraktar untuk operasi khusus dan misi serangan yang langka.”

Koresponden perang Rusia, menyatakan hal itu karena sebagian besar drone telah ditembak jatuh oleh pasukan Moskow.

“Kami memiliki lebih banyak pilot daripada jet sekarang,” ujar Moonfish, menyarankan dia dan rekan-rekannya harus dilatih pada jet tempur “canggih” AS seperti F-15 dan F-16, yang akan lebih bertahan melawan S-400 Rusia.

Kedua tipe ini pertama kali muncul pada tahun 1970-an. Mereka telah berulang kali ditingkatkan sejak saat itu, dan versi terbaru dianggap para ahli Barat setara dengan jet Su-35 dan MiG-35 Rusia, dan sedikit di depan pesawat tempur Su-27 dan Mig-29 Ukraina yang dioperasikan di awal konflik.

Namun, tidak ada indikasi AS memiliki cadangan, atau bahwa ada kemauan politik di Washington untuk mengirim jet tempur itu ke Ukraina.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Berita Terkini
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Infografis
Elon Musk: Drone Murah...
Elon Musk: Drone Murah China Bisa Hancurkan Jet Tempur F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved