AS Hapus Foto Tes Jet Tempur Siluman F-35 Jatuhkan Bom Nuklir
Kamis, 25 Juni 2020 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Uji coba dual capable aircraft (DCA) atau pesawat berkemampuan ganda dari F-35A ini berlangsung beberapa kali di wilayah udara sekitar Air Force Base (AFB) Edwards, California, salah satunya pada 27 Juni 2019.
F-35A akan menjadi satu-satunya dari tiga jenis pesawat F-35 Lockheed Martin yang disertifikasi sebagai DCA, yang memungkinkannya untuk membawa bom nuklir maupun bom konvensional. (Baca juga: Jet Tempur Siluman F-35 AS Senilai Rp1,3 Triliun Jatuh di Florida )
Namun, kemampuan Joint Strike Fighter (JSF) untuk menggunakan B61-12 bergantung pada upgrade menyeluruh dalam perangkat lunak Block 4 sebagaimana diungkapkan Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) baru-baru ini.
Upgrade total itu setidaknya butuh waktu sembilan bulan. Namun sertifikasi DCA F-35A, menurut Kantor Sekretaris Pertahanan, diperkirakan tidak akan selesai sampai Januari 2023.
Block 4 juga akan memberikan F-35 opsi senjata lain, seperti Naval Strike Missile, Meteor dan rudal SPEAR serta beberapa bom berpemandu laser.
Bom lain yang F-35 sudah disertifikasi untuk digunakan adalah bom GBU-53 StormBreaker berdiameter kecil. Penggunaan bom ini mengalami penundaan satu tahun karena desain sirip yang salah.
F-35A akan menjadi satu-satunya dari tiga jenis pesawat F-35 Lockheed Martin yang disertifikasi sebagai DCA, yang memungkinkannya untuk membawa bom nuklir maupun bom konvensional. (Baca juga: Jet Tempur Siluman F-35 AS Senilai Rp1,3 Triliun Jatuh di Florida )
Namun, kemampuan Joint Strike Fighter (JSF) untuk menggunakan B61-12 bergantung pada upgrade menyeluruh dalam perangkat lunak Block 4 sebagaimana diungkapkan Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) baru-baru ini.
Upgrade total itu setidaknya butuh waktu sembilan bulan. Namun sertifikasi DCA F-35A, menurut Kantor Sekretaris Pertahanan, diperkirakan tidak akan selesai sampai Januari 2023.
Block 4 juga akan memberikan F-35 opsi senjata lain, seperti Naval Strike Missile, Meteor dan rudal SPEAR serta beberapa bom berpemandu laser.
Bom lain yang F-35 sudah disertifikasi untuk digunakan adalah bom GBU-53 StormBreaker berdiameter kecil. Penggunaan bom ini mengalami penundaan satu tahun karena desain sirip yang salah.
Lihat Juga :