Middle East Eye: Sistem Haji Baru Motawif Arab Saudi Terkait Pemerintah India

Selasa, 21 Juni 2022 - 10:07 WIB
loading...
A A A
Namun, dalam apa yang lebih menarik pada perubahan kontroversial itu, kini terungkap portal Motawif dan sistem aplikasi online-nya memiliki setidaknya satu investor yang memiliki hubungan dekat dengan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India.

Seperti diketahui, BJP menerapkan kebijakan anti-Muslim dan memainkan peran dalam penganiayaan Muslim di seluruh India.

Menurut laporan oleh outlet berita Middle East Eye yang berbasis di London, Prashant Prakash yang menjabat wakil presiden dan mitra di perusahaan modal ventura Accel India adalah investor utama di perusahaan yang disewa pemerintah Saudi untuk menyiapkan aplikasi sistem haji baru.

Kembali pada 2016, Prakash memimpin perusahaan modal ventura Accel India ke dalam kemitraan dengan dua operasi lainnya, yang menghasilkan investasi sebesar USD7 juta di perusahaan Traveazy milik India dan berbasis di Dubai, yang secara eksklusif dikontrak kerajaan Saudi untuk memproses aplikasi calon jamaah haji barat melalui motawif.

Perusahaan itu kemudian membangun anak perusahaan bernama Holidayme, dan pada 2018 juga mendirikan Umrahme, perusahaan yang bergerak di industri haji Islam.

Bahkan Forbes memuji Umrame sebagai, "Satu dari hanya tiga perusahaan yang diberi wewenang oleh Kementerian Haji & Umrah untuk menjual produk Umrah ke agen perjalanan global. Pada tahun 2020, Umrahme menduduki peringkat kelima di…50 perusahaan rintisan yang paling banyak didanai di Timur Tengah."

Sejak 2020, Prakash bertugas di Dewan Penasihat Startup Nasional India, dan setahun setelahnya dia menjadi penasihat kebijakan dan strategi untuk Basavaraj Bommai, sekutu utama Perdana Menteri India Modi dan kepala menteri pemerintahan yang dijalankan BJP di negara bagian Karnataka, India.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Maskapai Eropa Diminta...
Maskapai Eropa Diminta Tak Melintasi Langit Teluk, Ancaman Rudal dan Drone Mengintai
Ini Isi Surat Trump...
Ini Isi Surat Trump ke Kongres, Jelaskan Alasan AS Serang Iran Lagi
Rekomendasi
Dituduh Untungkan Spanyol,...
Dituduh Untungkan Spanyol, Kenapa Wasit Ivan Barton Batalkan Tendangan Bebas Prancis?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Mengapa Safar Dijuluki...
Mengapa Safar Dijuluki Bulan Perang? Simak 9 Peristiwa Bersejarah Islam Ini
Berita Terkini
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved