Jutaan Korban Banjir di Bangladesh dan India Menunggu Bantuan

Selasa, 21 Juni 2022 - 00:15 WIB
loading...
Jutaan Korban Banjir...
Jutaan Korban Banjir di Bangladesh dan India Menunggu Bantuan. FOTO/Reuters
A A A
GUWAHATI - Pihak berwenang di Bangladesh yang dilanda banjir dan India timur laut, pada Senin (20/6/2022), berupaya keras memberikan bantuan kepada lebih dari 9 juta orang yang terdampar setelah hujan lebat yang menewaskan sedikitnya 54 orang di kedua negara Asia Selatan tersebut.

Hujan muson di dataran rendah Bangladesh telah memicu bencana banjir di timur laut divisi administrasi Sylhet. Bencana ini menyebabkan seperempat dari 15 juta penduduknya terdampar di tengah air yang naik dengan cepat dan sungai yang meluap.

Baca: Badai Muson Landa Bangladesh dan India, 41 Tewas

"Banjir adalah yang terburuk dalam 122 tahun di wilayah Sylhet," kata Atiqul Haque, Direktur Jenderal Departemen Manajemen Bencana Bangladesh, seperti dikutip dari Reuters.

Situasi di Sylhet telah diperburuk oleh air yang mengalir turun dari perbukitan di sekitar negara bagian Meghalaya India, termasuk beberapa daerah terbasah di dunia seperti Mawsynram dan Cherrapunji yang masing-masing menerima lebih dari 970 mm hujan pada hari Minggu, menurut data pemerintah.

Sekitar 300.000 orang telah dipindahkan ke tempat penampungan di Sylhet. Tetapi, lebih dari 4 juta orang terdampar di dekat rumah mereka yang terendam, menambah tantangan bagi pihak berwenang untuk memberikan bantuan, termasuk air minum dan persediaan medis.

"Situasinya masih mengkhawatirkan," kata Mohammad Mosharraf Hossain, Kepala Administrator Divisi Sylhet, mengatakan kepada Reuters melalui telepon.

Baca: Hujan Deras Guyur Wilayah Selatan China, Sejumlah Sungai Meluap

"Kami mengintensifkan upaya kami menyediakan bahan bantuan. Saat ini, tantangan utama adalah menjangkau semua orang dan memastikan ketersediaan air minum," lanjutnya.

Khalilur Rahman, seorang penduduk distrik Sunamganj di Sylhet, mengatakan, air banjir telah membanjiri lantai dasar rumahnya yang berlantai dua dan penduduk setempat menggunakan perahu untuk bergerak di sekitar daerah itu.

"Saya belum pernah melihat banjir seperti itu dalam hidup saya," Rahman, 43, mengatakan kepada Reuters melalui telepon. Ia seraya menambahkan bahwa tidak ada listrik sejak hujan lebat mulai pada Kamis malam. "Makanan kering habis, tidak ada air minum," lanjutnya.

Di negara bagian Assam, India, di mana sedikitnya 26 orang tewas sejak hujan lebat turun sekitar dua minggu lalu, air banjir mulai surut, kata pihak berwenang.

Baca: Banjir Rob di Gresik Makin Meluas, 5 Kecamatan Mulai Terendam

Tetapi 4,5 juta orang telah dipaksa meninggalkan rumah mereka, dengan sekitar 220.000 tinggal di tempat penampungan sementara yang dikelola oleh pemerintah. Lebih dari satu juta hektar lahan pertanian terendam banjir.

"Situasi banjir secara keseluruhan membaik," kata Menteri Sumber Daya Air, Assam Pijush Hazarika. “Sekarang tantangan terbesar adalah menjangkau para pengungsi dan memberi mereka bahan-bahan bantuan,” lanjutnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Netanyahu: Israel Masih...
Netanyahu: Israel Masih Mungkin Serang Iran!
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
Messi Pemersatu, Ronaldo...
Messi Pemersatu, Ronaldo Biang Masalah Portugal
Berita Terkini
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Infografis
Daftar Pemain dan Jadwal...
Daftar Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved