Profil Khaled Kabub, Hakim Agung Muslim Pertama di Israel

Senin, 20 Juni 2022 - 17:13 WIB
loading...
Profil Khaled Kabub, Hakim Agung Muslim Pertama di Israel
Hakim Agung Israel Khaled Kabub beragama Islam. Foto/Lior Ben Nisan/POOL/Flash90
A A A
TEL AVIV - Israel menunjuk Khaled Kabub sebagai hakim agung Islam pertama pada Senin (21/2/2022). Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) di Israel ini adalah otoritas kehakiman tertinggi negara Yahudi tersebut.

Sebanyak 20% lebih warga Israel merupakan orang Arab. Sejak 2003, sistem peradilan Israel mempunyai ahli hukum Arab. Namun sebelumnya, orang yang ditunjuk merupakan orang beragama Kristen.

Khaled Kabub bersama sekitar 81 hakim lainnya dilantik pada upacara khusus di kediaman Presiden Israel di Yerussalem yang dihadiri Presiden Issac Herzog, Kepala Mahkamah Agung Esther Hayut, serta Menteri Kehakiman Gideon Sa’ar.

Baca juga: Mengejutkan, Lebih dari 800 Masjid Diserang di Jerman sejak 2014

Kabub pernah menjadi hakim di pengadilan Distrik Tel Aviv. Lalu dia menjadi salah satu dari empat hakim baru yang ditunjuk komite yang terdiri dari hakim Mahkamah Agung, menteri, anggota parlemen, serta pengacara.

Baca juga: Profil Dalal binti Saud, Putri Kerajaan Arab Saudi yang Dermawan

Ia belajar sejarah serta Islam di Universitas Tel Aviv dan mendapatkan gelar S1 dari jurusan hukum di Universitas Tel Aviv. Setelah lulus, Kabub bekerja menjadi pengacara, sebelum menjadi hakim.

Pada September 1997, Khaled Kabub diangkat menjadi hakim Pengadilan Netanya Magistrate. Di Juni 2003, Kabub diangkat menjadi hakim Pegadilan Distrik Tel Aviv.

Ia kemudian diangkat sebagai Wakil Presiden Pengadilan Distrik Tel Aviv pada September 2017.

Khaled Kabub adalah salah satu dari tiga hakim agung baru yang diangkat Komite Pengangkatan Yudisial pada Februari 2022.

Tiga hakim baru lainnya adalah Hakim Ruth Ronnen, Pengacara Yechiel Kasher, serta Hakim Gila Kanfi Steinitz.

Kehadiran hakim Muslim di MA Israel diharapkan dapat memberikan keadilan bagi umat Islam yang selama ini terpinggirkan di Negara Yahudi itu.

(sya)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2313 seconds (11.210#12.26)