Macron: Ukraina Harus Menang Perang Melawan Rusia
Jum'at, 17 Juni 2022 - 01:45 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, dan beberapa anggota parlemen Amerika Serikat (AS) juga mengkritik tajam Macron awal bulan ini karena mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Rusia tidak boleh dipermalukan pada akhir perang.
"Seruan untuk menghindari penghinaan terhadap Rusia hanya dapat mempermalukan Prancis dan setiap negara lain yang akan menyerukannya," cuit Kuleba.
"Karena Rusialah yang mempermalukan dirinya sendiri. Kita semua lebih baik fokus pada bagaimana menempatkan Rusia pada tempatnya. Ini akan membawa perdamaian dan menyelamatkan nyawa," sambungnya.
Baca juga: Minta Dunia Tidak Permalukan Rusia, Macron Tuai Kecaman
Meskipun Macron telah mendukung Ukraina sepanjang konflik dan mengutuk invasi Rusia, menyebutnya sebagai "kesalahan bersejarah dan mendasar" pada satu titik, presiden Prancis itu juga menyerukan resolusi diplomatik untuk perang dan mempertahankan dialog dengan Putin.
Namun dalam kunjungan pertamanya ke Ukraina sejak perang dimulai, yang ia gambarkan sebagai "pesan persatuan Eropa terhadap Ukraina," menurut Politico, Macron dan rekan-rekannya dari Jerman dan Italia tampaknya terkejut dengan tingkat kehancuran yang ditimbulkan.
Mirip dengan pesan Macron yang mencela "kebiadaban" di Irpin, Scholz mengatakan saat berkeliling di pinggiran kota yang rusak bahwa kehancuran kota itu mengatakan banyak hal tentang kebrutalan perang agresi Rusia, yang hanya untuk penghancuran dan penaklukan, menurut AP
"Seruan untuk menghindari penghinaan terhadap Rusia hanya dapat mempermalukan Prancis dan setiap negara lain yang akan menyerukannya," cuit Kuleba.
"Karena Rusialah yang mempermalukan dirinya sendiri. Kita semua lebih baik fokus pada bagaimana menempatkan Rusia pada tempatnya. Ini akan membawa perdamaian dan menyelamatkan nyawa," sambungnya.
Baca juga: Minta Dunia Tidak Permalukan Rusia, Macron Tuai Kecaman
Meskipun Macron telah mendukung Ukraina sepanjang konflik dan mengutuk invasi Rusia, menyebutnya sebagai "kesalahan bersejarah dan mendasar" pada satu titik, presiden Prancis itu juga menyerukan resolusi diplomatik untuk perang dan mempertahankan dialog dengan Putin.
Namun dalam kunjungan pertamanya ke Ukraina sejak perang dimulai, yang ia gambarkan sebagai "pesan persatuan Eropa terhadap Ukraina," menurut Politico, Macron dan rekan-rekannya dari Jerman dan Italia tampaknya terkejut dengan tingkat kehancuran yang ditimbulkan.
Mirip dengan pesan Macron yang mencela "kebiadaban" di Irpin, Scholz mengatakan saat berkeliling di pinggiran kota yang rusak bahwa kehancuran kota itu mengatakan banyak hal tentang kebrutalan perang agresi Rusia, yang hanya untuk penghancuran dan penaklukan, menurut AP
Lihat Juga :