Meksiko Kecam Barat Pasok Senjata ke Ukraina: Itu Tak Bermoral!

Kamis, 16 Juni 2022 - 08:43 WIB
loading...
Meksiko Kecam Barat...
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menyebut negara-negara Barat tidak bermoral karena terus memasok senjata ke Ukraina untuk perang melawan Rusia. Foto/REUTERS
A A A
MEXICO CITY - Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengecam negara-negara Barat yang terus memasok senjata ke Ukraina untuk perang melawan Rusia . Menurutnya, tindakan seperti itu tidak bermoral.

Dia mengatakan gelombang pengiriman senjata asing hanya akan menghasilkan lebih banyak pertumpahan darah.

Dia menolak berpihak pada negara mana pun yang sedang berperang. Namun, dia mengatakan bahwa mereka yang mengirim senjata ke Kiev—sebuah kebijakan yang sangat disukai oleh Amerika Serikat dan sebagian besar sekutu NATO-nya—membantu mengumpulkan korban di semua pihak.

Baca juga: Ukraina Ancam Hancurkan Jembatan Terpanjang Eropa dengan Rudal Canggih Barat

“Betapa mudahnya untuk mengatakan: ‘Di sana saya mengirim begitu banyak uang untuk senjata, saya menyediakan senjata dan Anda menyediakan yang mati'. Itu tidak bermoral,” katanya.

"Tidak bisakah perang di Ukraina dihindari? Tentu saja. Kebijakan itu gagal dan lihat kerusakan yang ditimbulkannya, hilangnya nyawa manusia," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (16/6/2022).

Presiden Obrador tidak merinci bagaimana permusuhan bisa dihindari, tetapi melanjutkan dengan mengatakan; "Kebijakan yang sama tidak boleh lagi dilanjutkan."

Dia mengeklaim kebijakan perang seperti itu didorong oleh elite dan bukan oleh rakyat.

Meskipun Meksiko telah menyatakan bahwa mereka tidak mendukung serangan Rusia terhadap tetangganya, mereka telah menolak untuk bergabung dengan sanksi Barat yang menargetkan ekonomi Rusia dan telah menahan diri dari transfer senjata ke pemerintah di Kiev.

Sementara itu, NATO melanjutkan upayanya untuk mempersenjatai Ukraina, di mana Sekretaris Jenderal aliansi Jens Stoltenberg mengatakan minggu ini bahwa Kiev harus menerima senjata berat tambahan.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, yang menjadi tuan rumah pertemuan antara Stoltenberg dan enam anggota NATO lainnya pada hari Selasa, mendukung sikap itu.

"Sangat penting bagi Rusia untuk kalah perang dan bahwa blok militer yang dipimpin AS harus bersatu di belakang Ukraina," katanya.

“Karena kami tidak dapat memiliki konfrontasi langsung antara pasukan NATO dan Rusia, yang perlu kami lakukan adalah memastikan bahwa Ukraina dapat melawan perang itu, bahwa ia memiliki akses ke semua persenjataan yang diperlukan,” imbuh Rutte.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
Paket Senjata Rp1.684...
Paket Senjata Rp1.684 Triliun Ditawarkan Trump ke Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved