Anggota Kesepakatan Abraham Bertemu Juli, Bentuk Aliansi Militer?

Selasa, 14 Juni 2022 - 15:34 WIB
loading...
A A A
Terlepas dari beberapa pertemuan, bagaimanapun, kata-kata belum diterjemahkan ke dalam tindakan.

Sebagian alasannya, menurut Mubarak, adalah meletusnya pandemi virus corona dan pembatasan perjalanan yang dipicunya.

Faktor lain yang menghambat kemajuan adalah ketidakstabilan politik di Israel, yang telah melalui empat putaran pemilu dalam tiga tahun terakhir, serta ketegangan antara negara Yahudi dan Hamas.

Sekarang, bagaimanapun, menurut analis politik, waktunya telah tiba untuk menerjemahkan kata-kata menjadi tindakan, dengan Israel, UEA dan Bahrain diharapkan memimpin aliansi baru.

"Kedua negara Teluk tidak memiliki warisan perang dengan Israel. Mereka juga tidak memiliki kehadiran Palestina yang besar, dua faktor yang berkontribusi pada perdamaian dingin (seperti yang dimiliki Israel dengan Yordania dan Mesir)," papar dia.

"(Begitu kerjasama ini terbukti berhasil), akan bermanfaat dalam mengusulkan implementasi pencapaian ini di Mesir, Yordania, Maroko, Sudan dan negara regional pendukung perdamaian di masa depan," ujar dia.

Beberapa negara Teluk yang saat ini tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel baru-baru ini mulai membuat tanda-tanda bahwa mereka akan tertarik untuk lebih dekat dengan negara Yahudi itu.

Surat kabar Kuwait A-Seyyasah, misalnya, menerbitkan artikel halaman depan tentang peluang yang hilang dari negara-negara Arab dengan tidak mencapai kesepakatan dengan para pejabat di Yerusalem.

Di Arab Saudi, media telah mulai memberikan platform untuk wawancara dengan para politisi dan pakar Israel.

“Israel (sudah) memiliki hubungan formal dengan satu atau lain cara dengan empat negara Teluk, meskipun telah terjalin selama beberapa dekade. (Tetapi forum yang akan datang) diantisipasi untuk memberikan (lampu hijau) untuk tindakan yang sudah disepakati dan semoga yang baru juga,” pungkas dia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved