Ajudan Zelensky: Ukraina Kehilangan 200 Tentara per Hari
Jum'at, 10 Juni 2022 - 15:45 WIB
loading...
Ajudan senior Presiden Ukraina menyebut antara 100 hingga 200 tentaranya tewas per hari dalam perang dengan Rusia. Foto/The Guardian
A
A
A
KIEV - Pembantu senior Presiden Ukraina mengatakan antara 100 dan 200 tentara Ukraina terbunuh di garis depan setiap harinya. Ia pun mengatakan Ukraina membutuhkan ratusan sistem artileri Barat untuk menyamakan kedudukan dengan Rusia di wilayah Donbas timur.
Mykhaylo Podolyak mengatakan kepada BBC bahwa pasukan Ukraina berada di bawah pengeboman tanpa henti saat pasukan Rusia berusaha menguasai seluruh Donbas.
“Pasukan Rusia telah melemparkan hampir semua hal non-nuklir ke garis depan dan itu termasuk artileri berat, beberapa sistem peluncuran roket dan penerbangan,” kata Podolyak seperti dikutip dari kantor berita yang berbasis di Inggris itu, Jumat (10/6/2022).
Dia pun mengulangi seruan Ukraina untuk lebih banyak senjata dari Barat, dengan mengatakan bahwa "kurang seimbangnya" antara tentara Rusia dan Ukraina adalah alasan tingkat korban yang besar di Ukraina.
"Tuntutan kami untuk artileri bukan hanya semacam keinginan...tetapi kebutuhan objektif ketika datang ke situasi di medan perang," ujarnya.
Baca juga: Kirim Helikopter Mi-17 ke Ukraina, Rusia Tuding AS Langgar Hukum Internasional
Ia menambahkan bahwa Ukraina membutuhkan 150 hingga 300 sistem peluncuran roket untuk menandingi Rusia - jauh lebih tinggi daripada jumlah yang diterimanya sejauh ini.
Mykhaylo Podolyak mengatakan kepada BBC bahwa pasukan Ukraina berada di bawah pengeboman tanpa henti saat pasukan Rusia berusaha menguasai seluruh Donbas.
“Pasukan Rusia telah melemparkan hampir semua hal non-nuklir ke garis depan dan itu termasuk artileri berat, beberapa sistem peluncuran roket dan penerbangan,” kata Podolyak seperti dikutip dari kantor berita yang berbasis di Inggris itu, Jumat (10/6/2022).
Dia pun mengulangi seruan Ukraina untuk lebih banyak senjata dari Barat, dengan mengatakan bahwa "kurang seimbangnya" antara tentara Rusia dan Ukraina adalah alasan tingkat korban yang besar di Ukraina.
"Tuntutan kami untuk artileri bukan hanya semacam keinginan...tetapi kebutuhan objektif ketika datang ke situasi di medan perang," ujarnya.
Baca juga: Kirim Helikopter Mi-17 ke Ukraina, Rusia Tuding AS Langgar Hukum Internasional
Ia menambahkan bahwa Ukraina membutuhkan 150 hingga 300 sistem peluncuran roket untuk menandingi Rusia - jauh lebih tinggi daripada jumlah yang diterimanya sejauh ini.
Lihat Juga :