Ganja Tidak Lagi Haram, Warga Thailand Bersuka Cita

Kamis, 09 Juni 2022 - 15:52 WIB
loading...
Ganja Tidak Lagi Haram,...
Warga Thailand merayakan keputusan pemerintah Thailand untuk melegalkan penanaman dan pemakaian ganja. Foto/Irish Examiner
A A A
BANGKOK - Thailand secara resmi telah melegalkan penanaman dan konsumsi ganja dalam makanan dan minuman pada hari ini, Kamis (9/6/2022). Negeri Gajah Putih itu menjadi negara Asia pertama yang melakukannya dengan tujuan untuk meningkatkan sektor pertanian dan pariwisata.

Thailand memiliki tradisi menggunakan ganja untuk menghilangkan rasa sakit dan kelelahan. Negara itu sebelumnya telah melegalkan ganja obat pada 2018 lalu.

Pemerintah Thailand, yang mengandalkan tanaman itu sebagai tanaman komersial, berencana memberikan satu juta tanaman untuk mendorong petani menanamnya.

Meski begitu, pihak berwenang di sana hendak mencegak ledakan penggunaan rekreasi dengan membatasi kekuatan produk ganja yang legal.

Baca juga: 3 Siswa SD di California Tak Sengaja Konsumsi Permen Karet Ganja

Kepemilikan dan penjualan ekstrak ganja yang mengandung lebih dari 0,2 persen bahan psikoaktifnya, tetrahydrocannabinol, tidak diperbolehkan, yang akan mengesampingkan perokok dari obat yang dikenal dengan sebutan "pot", "gulma" dan sejumlah nama lain, untuk mendapatkan sensasi mengkonsumsinya

Mereka yang melanggar hukum masih bisa menghadapi hukuman penjara dan denda.

Penanam ganja harus mendaftar di aplikasi pemerintah yang disebut PlookGanja, atau menanam ganja, julukan lain untuk tanaman berdaun runcing itu.

"Hampir 100.000 orang telah mendaftar ke aplikasi tersebut," kata pejabat kementerian kesehatan Paisan Dankhum seperti dikutip dari Channel News Asia.

Baca juga: Mabuk Ganja, Pria Thailand Potong Penisnya Sendiri

Keputusan pemerintah Thailand ini disambut suka cita oleh warganya. Pembeli terlihat mengantre di gerai yang menjual minuman yang mengandung ganja, permen, dan barang-barang lainnya saat para pendukung legalisasi menyambut reformasi di negara yang telah lama memiliki reputasi undang-undang anti-narkoba yang ketat.

"Setelah COVID, ekonomi menurun, kami benar-benar membutuhkan ini," kata Chokwan Kitty Chopaka, pemilik toko yang menjual permen karet ganja.

Beberapa advokat Thailand merayakannya dengan membeli ganja di kafe yang sebelumnya hanya sebatas menjual produk yang terbuat dari bagian tanaman yang tidak membuat orang mabuk.

Sekitar selusin orang yang muncul di Highland Cafe di Bangkok dapat memilih dari berbagai jenis ganja dengan nama seperti Sugarcane, Bubblegum, Purple Afghani, dan UFO.

“Saya dapat mengatakan dengan lantang bahwa saya adalah seorang perokok ganja. Saya tidak perlu bersembunyi seperti dulu ketika dicap sebagai obat terlarang,” kata Rittipong Bachkul (24), pelanggan pertama seperti dilansir dari Irish Examiner.

Baca juga: Pertama di Asia, Thailand Resmi Umumkan Konsumsi Ganja Bukan Kejahatan

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved