Anggota Parlemen Israel: Pendudukan atas Palestina Adalah Teror Terbesar di Timur Tengah

Kamis, 09 Juni 2022 - 14:06 WIB
loading...
Anggota Parlemen Israel:...
Anggota Parlemen Ofer Cassif sebut pendudukan Israel atas Palestina adalah teror terbesar di Timur Tengah. Foto/Olivier Fitoussi/Flash90
A A A
TEL AVIV - Anggota Parlemen (Kneset) Israel , Ofer Cassif, mengatakan pendudukan Israel atas Palestina adalah teror terbesar di kawasan Timur Tengah.

Kritik keras Cassif ini disampaikan pada hari Rabu dalam konferensi Knesset yang diselenggarakan untuk mengakhiri pendudukan.

“Ada alasan yang sangat sederhana, mengapa demikian," kata Cassif, anggota Parlemen dari aliansi Joint List.

Dia berbicara kepada anggota Parlemen sayap kiri dan perwakilan LSM yang berkumpul di ruang konferensi Knesset untuk fokus pada kerusakan yang dilakukan terhadap Palestina sejak Perang Enam Hari 1967, ketika Israel merebut Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem timur dari Yordania.

Baca juga: Israel Upgrade Dramatis Jet Tempur Siluman F-35 untuk Serang Iran

“Definisi teror yang diterima bukanlah definisi politik seperti yang terjadi dalam wacana Israel dan di Parlemen-nya," katanya, yang dilansir Jerusalem Post, Kamis (9/6/2022).

"Pemahaman yang diakui secara global teror adalah suatu bentuk kekerasan, termasuk ancaman kekerasan, terhadap warga sipil yang tidak bersalah untuk mencapai tujuan politik.”

“Pendudukannya persis seperti ini. Ia bertindak terhadap warga sipil yang tidak bersalah [menggunakan] kekerasan dan penindasan dan ancamannya terhadap jutaan orang tak bersalah ketika tujuannya adalah politik," kata Cassif.

"Pendudukan adalah teror terbesar [yang ada] di seluruh wilayah [Timut Tengah], tentu saja ketika menyangkut Palestina/Israel.”

"Mereka yang ingin mengabaikan fakta bahwa pendudukan adalah 'teror' adalah orang bodoh yang tidak tahu apa itu teror atau pembohong yang tahu apa itu teror dan berusaha menyembunyikannya," kata Cassif.

Bahkan, lanjut Cassif, mantan perdana menteri Benjamin Netanyahu dalam sebuah buku yang dia tulis berbicara tentang mereka yang berperang melawan kekuatan militer adalah gerilyawan dan bukan teroris.

“Ketika teror seperti itu ada, ada perlawanan,” katanya, seraya menambahkan bahwa tidak ada pendudukan yang ramah.

“Tidak ada negara yang akan hidup di bawah pemerintahan asing tanpa perlawanan.”

Pendudukan itu sendiri, imbuh Cassif, juga melahirkan kejahatan lain seperti tindakan apartheid dan demonisasi dan dehumanisasi mereka yang melawan.

Anggota Parlemen lainnya, Amihai Chikli, menolak gagasan bahwa Israel adalah kekuatan pendudukan di jantung Alkitabiahnya, mencatat bahwa jika seseorang berbicara tentang pendudukan, maka masalahnya tidak kembali ke 55 tahun tetapi 3.500 tahun.

Dia membaca dari Alkitab tentang awal pemerintahan Raja Daud, menyatakan, “Daud merebut Yerusalem.”

Kata-katanya mendorong ketua konferensi Kneset Aida Touma-Sliman dari aliansi Joint List untuk bertanya, “Jadi dari sanalah pendudukan dimulai?”

Chikli mengatakan; "Ada klaim bahwa kami bukan penduduk asli di sini, tetapi kami adalah penduduk asli daerah ini, Yudea dan Samaria.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
OTT Bupati Kuansing,...
OTT Bupati Kuansing, KPK Sita Pajero Sport dan Transaksi Cicilan Land Cruiser
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming ‘Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya’, Nuca Adakan '[LAGI] Sama Nuca’
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved