Intevensi Libya, Macron Sebut Turki Mainkan 'Permainan Berbahaya'

Selasa, 23 Juni 2020 - 16:20 WIB
loading...
A A A
"Di Libya, kami mendukung pemerintah yang sah dan pemerintah Prancis mendukung panglima perang tidak sah dan membahayakan keamanan NATO, keamanan Mediterania, keamanan Afrika Utara, dan stabilitas politik Libya," ujar Ibrahim Kalin, juru bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan, pada Senin kemarin.

Mencoba untuk memberlakukan embargo itu di lepas pantai Libya, kapal fregat Prancis Le Courbet menjadi sasaran kapal perang Turki pada 10 Juni lalu. Meskipun tidak ada baku tembak, insiden itu membuat Paris dan Ankara berada di jalur bentrokan. (Baca: Angkatan Laut Turki Dituduh Melecehkan Kapal Perang Prancis )

Namun, Macron menyatakan akan mengangkat insiden maritim itu sebagai "salah satu demonstrasi paling indah" dari komentarnya tentang "kematian otak NATO," yang dibuat tahun lalu setelah Turki mengirim pasukan ke Suriah tanpa berkonsultasi dengan sekutunya. Prancis dan Turki adalah anggota aliansi yang dipimpin AS tersebut. Erdogan menjawab bahwa satu-satunya yang mati otak mungkin adalah Macron sendiri. (Baca: Macron: NATO Sedang Alami Mati Otak )

Prancis bukan satu-satunya negara yang mengkhawatirkan campur tangan Turki di Libya. Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengatakan pada hari Sabtu bahwa keamanan negaranya terkait dengan Libya, dan mengisyaratkan Kairo dapat campur tangan di sana secara langsung dalam mendukung LNA. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyatakan dukungannya untuk Sisi, sementara Macron menyebut keprihatinannya.

Namun pada hari Senin, Turki mengatakan tidak akan terhalang untuk mendukung Tripoli, dengan seorang pejabat senior mengatakan kepada Reuters dengan syarat anonim bahwa pernyataan Sisi "tidak memiliki dasar."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Kebakaran Panti Asuhan...
Kebakaran Panti Asuhan Tewaskan Setidaknya 11 Orang, Termasuk Anak-Anak
Iran Bombardir Kompleks...
Iran Bombardir Kompleks Pasukan AS di Yordania, Klaim Tewaskan Banyak Personel
Rekomendasi
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
Profil Emmanuel Macron,...
Profil Emmanuel Macron, Presiden Prancis yang Takut pada Istrinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved