Demi Jet Tempur F-35, AS Bersaing dengan China Peroleh Logam Tanah Jarang

Minggu, 05 Juni 2022 - 01:02 WIB
loading...
A A A
Senator Kelly, mantan astronaut menjelaskan bagaimana dia melihat masalah ini secara langsung dari luar angkasa.

"Saya telah terbang ke luar angkasa di atas China berkali-kali, mengorbit planet ini ratusan kali. Anda melihat ke bawah ke China dan Anda melihat seperti danau dengan warna yang sangat aneh. Dan itu karena mereka memproses hal-hal seperti logam tanah jarang. Ini adalah proses yang sangat kotor," kata Kelly, menyinggung polusi yang dialami China karena penambangan mineralnya.

Senator Tom Cotton mengatakan jika China memutuskan AS dari sumber daya ini, persediaan Departemen Pertahanan saat ini akan bertahan di bawah satu tahun.

Produksi dan penambangan bahan-bahan ini di AS sangat terbatas karena peraturan lingkungan yang ketat. Masalah rantai pasokan lainnya tidak membantu.

Mengingat meningkatnya ketegangan dengan China atas Taiwan dan Ukraina, monopoli Beijing atas logam tanah jarang merupakan masalah keamanan nasional yang mengkhawatirkan.

Drew Horn, mantan Baret Hijau Angkatan Darat AS melihat betapa pentingnya bahan-bahan ini bagi keamanan AS ketika dia berperang di luar negeri.

Horn memulai sebuah perusahaan bernama GreenMet dengan tujuan untuk mengamankan mineral ini dalam rantai pasokan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Aplikasi Baru Lindungi...
Aplikasi Baru Lindungi PMI, Siapkan Tombol Darurat hingga E-Wallet
Febrie Adriansyah Penuhi...
Febrie Adriansyah Penuhi Panggilan Panggilan Pemeriksaan Tim 9 Kejagung
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved