Kereta Api Cepat di Guizhou Tergelincir, Masinis Tewas dan 8 Terluka

Sabtu, 04 Juni 2022 - 22:33 WIB
loading...
Kereta Api Cepat di Guizhou Tergelincir, Masinis Tewas dan 8 Terluka
Kereta Api Cepat di Guizhou Tergelincir, Masinis Tewas dan 8 Terluka. FOTO/Weibo
A A A
BEIJING - Seorang masinis kereta api berkecepatan tinggi tewas dan beberapa penumpang terluka setelah sebuah kereta tergelincir di provinsi Guizhou, China barat daya pada Sabtu (4/6/2022), media pemerintah melaporkan.

“Kereta yang sedang dalam perjalanan ke provinsi Guangdong itu tergelincir setelah menabrak puing-puing yang jatuh ke rel di dekat terowongan,” lapor penyiar resmi CCTV.

Baca: Kereta Tergelincir di Jerman Selatan, 4 Tewas dan 30 Terluka

Rekaman video yang diterbitkan oleh beberapa outlet China menunjukkan kerusakan parah pada ruang masinis, yang hancur akibat benturan sementara sisa kereta sebagian besar tetap utuh.

“Seorang kondektur kereta api dan tujuh penumpang terluka dan dikirim ke rumah sakit,” lanjut laporan CCTV. Ditambahkan pula bahwa "nyawa mereka tidak dalam bahaya". "Masinis kereta sayangnya meninggal," kata CCTV.

Rekaman di media China menunjukkan penumpang dan anak-anak yang kebingungan berteriak di salah satu gerbong kereta setelah kecelakaan itu, dengan makanan dan barang-barang berserakan di lantai gerbong yang dinyatakan tidak rusak.

"Ya ampun, apa yang terjadi?" seorang pria terdengar berkata dalam bahasa Inggris dalam rekaman itu. CCTV mengatakan semua penumpang telah dievakuasi dari kereta, dan bahwa "penyelidikan sedang berlangsung mengenai penyebab kecelakaan".

Baca: China Kirim 3 Astronot untuk Bangun Stasiun Luar Angkasa

Dalam beberapa tahun terakhir, sesungguhnya kecelakaan fatal jarang terjadi di jaringan kereta api China, yang merupakan sistem transportasi berkecepatan tinggi terbesar di dunia.

Pada 2017, 12 pekerja tewas dalam ledakan saat membangun terowongan kereta api berkecepatan tinggi di Guizhou.

Kecelakaan berkecepatan tinggi di kota timur Wenzhou dekat Shanghai menewaskan sekitar 40 orang pada tahun 2011, memicu tuduhan bahwa pihak berwenang telah membahayakan keselamatan dalam terburu-buru untuk memperluas jaringan.
(esn)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2715 seconds (11.210#12.26)