Krisis Litium di China Picu Kekhawatiran Global

Kamis, 17 April 2025 - 12:47 WIB
loading...
Krisis Litium di China...
Peningkatan pesat kontaminasi litium di China telah memicu kekhawatiran serius di kalangan pakar kesehatan dan peneliti lingkungan. Foto/Ilustrasi dari The China Project/Alex Santafé
A A A
JAKARTA - Peningkatan pesat kontaminasi litium di Beijing telah memicu kekhawatiran serius di kalangan pakar kesehatan dan peneliti lingkungan.

Sebuah studi penting telah mengungkap kadar ion litium yang mengkhawatirkan dalam aliran darah ibu hamil dan bayi baru lahir, yang menimbulkan pertanyaan tentang risiko tersembunyi dari industri litium China yang sedang berkembang pesat.

Mengutip dari Mekong News, Kamis (17/4/2025), para ilmuwan menemukan bahwa konsentrasi litium di Beijing melebihi ambang batas aman hingga 170 persen, yang menimbulkan risiko neurologis, disfungsi tiroid, dan komplikasi perkembangan yang fatal.

Tanpa sumber kontaminasi yang jelas, spekulasi beralih ke praktik daur ulang yang buruk dan polusi industri yang terkait dengan produksi baterai litium.

Baca Juga: Ukraina Mengarak 2 Tawanan Perang China Pendukung Rusia, Ini Respons Beijing

Ketika pemerintah China menekan laporan tentang krisis tersebut, para ahli memperingatkan bahwa masalah ini dapat meluas ke seluruh negeri, mengancam kesehatan masyarakat, dan membayangi masa depan energi bersih.

Sebuah studi inovatif yang dipimpin para peneliti China telah mengungkap kadar konsentrasi ion litium yang mengkhawatirkan dalam darah ibu hamil dan bayi baru lahir di Beijing, yang menimbulkan kekhawatiran serius tentang kesehatan masyarakat dan keselamatan lingkungan.

Diterbitkan pada 24 Februari 2025, dalam Ecotoxicology and Environmental Safety oleh American Chemical Society, penelitian yang dipelopori Profesor Hu Long dari Akademi Ilmu Pengetahuan China menemukan bahwa kadar litium di Beijing melebihi kadar di kota-kota industri China lainnya sebanyak 20 kali lipat dan melampaui kadar di Changsha sebanyak 40 kali lipat.

Konsentrasi ini melebihi ambang batas aman 10 mikrogram per liter sebanyak 170 persen, yang menimbulkan risiko kesehatan serius, termasuk kerusakan neurologis, disfungsi tiroid, dan gangguan perkembangan yang fatal.

Penelitian yang dilakukan antara tahun 2019 hingga 2023 ini melibatkan 96 wanita hamil yang sehat di Beijing dan 297 di Changsha. Para peneliti mengumpulkan sampel darah vena dari ibu sebelum melahirkan dan darah tali pusat dari bayi setelah lahir.

Pada tahun 2023, konsentrasi litium rata-rata pada ibu hamil di Beijing melonjak menjadi 27,31 mikrogram per liter, lebih dari dua kali lipat dari level tahun 2019 (13,05) dan 2021 (11,23), sementara Changsha tetap hanya 0,61 mikrogram per liter.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Sikat Ganda Korea, Fajar/Fikri...
Sikat Ganda Korea, Fajar/Fikri Juara China Open 2026
Arab Saudi Gempur Hodeidah,...
Arab Saudi Gempur Hodeidah, Houthi Ancam Balas: Konflik Yaman Kembali Memanas
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Indonesia vs Kamboja...
Indonesia vs Kamboja Hari Ini di ASEAN Championship Hyundai Cup 2026: Link Live Streaming, Jam Tayang & Cara Nonton
Pembebasan Denda PBB-P2...
Pembebasan Denda PBB-P2 Berlaku hingga 31 Desember 2026, Simak Ketentuannya
Baru Ditunjuk Latih...
Baru Ditunjuk Latih Jerman, Jurgen Klopp Langsung Ancam Mundur, Ada Apa?
Berita Terkini
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved