Inilah Momen-momen Besar dari 100 Hari Perang Rusia-Ukraina
Jum'at, 03 Juni 2022 - 23:13 WIB
loading...
A
A
A
Kapal penjelajah rudal Moskva, kapal perang utama Armada Laut Hitam Rusia, tenggelam beberapa jam setelah Ukraina mengeklaim telah memberikan kerusakan signifikan pada kapal tersebut dengan serangan rudal.
Rusia membantah klaim tersebut, dengan mengatakan bahwa kerusakan apa pun disebabkan oleh kebakaran di kapal yang menyebabkan beberapa amunisi meledak.
19 April, Pertempuran Donbas Dimulai
Rusia memperbarui serangannya di wilayah Donbas, timur Ukraina—wilayah yang sangat disengketakan yang diakui Rusia sebagai wilayah merdeka.
"Pasukan Rusia telah memulai pertempuran untuk Donbas," kata Zelensky dalam sebuah pidato video. "Bagian penting dari seluruh tentara Rusia sekarang terkonsentrasi pada serangan ini."
7 Mei, Warga Sipil Dievakuasi dari Pabrik Baja Azovstal
Semua wanita, anak-anak dan orang tua dievakuasi dari pabrik baja Azovstal di Mariupol. Pabrik itu telah menjadi tempat berlindung ratusan warga sipil Ukraina saat pasukan Rusia berusaha mengepung kota itu.
18 Mei, Mariupol Jatuh ke Tangan Rusia
Pihak berwenang Rusia mengatakan hampir 1.000 petempur Ukraina yang mempertahankan pabrik baja Azovstal menyerah setelah berminggu-minggu pertempuran sengit.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Putin telah menjamin bahwa pasukan yang menyerah akan diperlakukan "sesuai dengan standar internasional".
30 Mei, Rusia Intensifkan Pertempuran Donbas
Putin mencari kemenangan militer dengan mencoba merebut dua wilayah besar Donbas, timur Ukraina; Luhansk dan Donetsk, yang sebagian besar telah berada di bawah kendali separatis pro-Moskow sejak 2014.
Jika pasukan Putin merebut kota kembar Severodonetsk dan Lysychansk, maka semua Luhansk akan berada di bawah kendali Rusia.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan kepada televisi TF1 Prancis bahwa "prioritas tanpa syarat" Putin dalam perang adalah pembebasan wilayah Donetsk dan Luhansk.
Zelensky telah menyatakan bahwa Ukraina tidak akan pernah menyerahkan wilayah untuk membantu mencapai perdamaian dalam perang yang sedang berlangsung.
Rusia membantah klaim tersebut, dengan mengatakan bahwa kerusakan apa pun disebabkan oleh kebakaran di kapal yang menyebabkan beberapa amunisi meledak.
19 April, Pertempuran Donbas Dimulai
Rusia memperbarui serangannya di wilayah Donbas, timur Ukraina—wilayah yang sangat disengketakan yang diakui Rusia sebagai wilayah merdeka.
"Pasukan Rusia telah memulai pertempuran untuk Donbas," kata Zelensky dalam sebuah pidato video. "Bagian penting dari seluruh tentara Rusia sekarang terkonsentrasi pada serangan ini."
7 Mei, Warga Sipil Dievakuasi dari Pabrik Baja Azovstal
Semua wanita, anak-anak dan orang tua dievakuasi dari pabrik baja Azovstal di Mariupol. Pabrik itu telah menjadi tempat berlindung ratusan warga sipil Ukraina saat pasukan Rusia berusaha mengepung kota itu.
18 Mei, Mariupol Jatuh ke Tangan Rusia
Pihak berwenang Rusia mengatakan hampir 1.000 petempur Ukraina yang mempertahankan pabrik baja Azovstal menyerah setelah berminggu-minggu pertempuran sengit.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Putin telah menjamin bahwa pasukan yang menyerah akan diperlakukan "sesuai dengan standar internasional".
30 Mei, Rusia Intensifkan Pertempuran Donbas
Putin mencari kemenangan militer dengan mencoba merebut dua wilayah besar Donbas, timur Ukraina; Luhansk dan Donetsk, yang sebagian besar telah berada di bawah kendali separatis pro-Moskow sejak 2014.
Jika pasukan Putin merebut kota kembar Severodonetsk dan Lysychansk, maka semua Luhansk akan berada di bawah kendali Rusia.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan kepada televisi TF1 Prancis bahwa "prioritas tanpa syarat" Putin dalam perang adalah pembebasan wilayah Donetsk dan Luhansk.
Zelensky telah menyatakan bahwa Ukraina tidak akan pernah menyerahkan wilayah untuk membantu mencapai perdamaian dalam perang yang sedang berlangsung.
(min)
Lihat Juga :