Ancam Lakukan Penembakan Massal di Sekolah, Bocah 10 Tahun Ditangkap Polisi
Selasa, 31 Mei 2022 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip laporan New York Post, Selasa (31/5/2022), Daniel terlihat digiring dengan tangan diborgol ke belakang saat mengenakan Crocs biru dan kamuflase, kaus berkerudung, zip-up dan celana pendek yang serasi.
Marceno berbicara tentang tersangka baby-faced kepada W Radio, mengatakan bahwa Daniel memberi tahu seorang teman dalam pesan teks tentang "gumpalan uang tunai" dan untuk "bersiap-siap" baginya untuk melakukan penembakan massal.
"Saya menipu teman saya," tulis bocah itu dalam teks, yang menyertakan gambar uang Google, menurut laporan penangkapan.
Daniel kemudian membagikan gambar empat senapan serbu yang dia beli dan mengatakan kepada temannya untuk "bersiap-siap untuk hari air"—merujuk pada acara yang disponsori sekolah baru-baru ini di mana siswa berpartisipasi dalam kegiatan air.
“Kami tidak menunggu 1 detik,” kata Marceno melihat ancaman bocah itu. “Kami menyelidiki setiap ancaman seolah-olah itu nyata."
"Kami memiliki toleransi nol," katanya. “Anak-anak kita akan aman apa pun yang terjadi," ujarnya.
“Jadi, yang perlu kita lakukan adalah, saya mohon orang tua untuk duduk bersama anak-anak Anda. Kita perlu melakukan semua yang kita bisa sebagai sebuah tim untuk mencegah masalah semacam ini dan tidak mengabaikan tanda bahaya.”
Marceno berbicara tentang tersangka baby-faced kepada W Radio, mengatakan bahwa Daniel memberi tahu seorang teman dalam pesan teks tentang "gumpalan uang tunai" dan untuk "bersiap-siap" baginya untuk melakukan penembakan massal.
"Saya menipu teman saya," tulis bocah itu dalam teks, yang menyertakan gambar uang Google, menurut laporan penangkapan.
Daniel kemudian membagikan gambar empat senapan serbu yang dia beli dan mengatakan kepada temannya untuk "bersiap-siap untuk hari air"—merujuk pada acara yang disponsori sekolah baru-baru ini di mana siswa berpartisipasi dalam kegiatan air.
“Kami tidak menunggu 1 detik,” kata Marceno melihat ancaman bocah itu. “Kami menyelidiki setiap ancaman seolah-olah itu nyata."
"Kami memiliki toleransi nol," katanya. “Anak-anak kita akan aman apa pun yang terjadi," ujarnya.
“Jadi, yang perlu kita lakukan adalah, saya mohon orang tua untuk duduk bersama anak-anak Anda. Kita perlu melakukan semua yang kita bisa sebagai sebuah tim untuk mencegah masalah semacam ini dan tidak mengabaikan tanda bahaya.”
Lihat Juga :