Presiden Zelensky Belum Pastikan Hadiri G20 di Bali
Minggu, 29 Mei 2022 - 15:49 WIB
loading...
A
A
A
Seperti diketahui, militer Rusia atas perintah Presiden Vladimir Putin sejak 24 Februari melakukan invasi berkedok operasi militer khusus yang menyasar infrastruktur dan masyarakat sipil. Serangan bahkan diarahkan pada infrastuktur yang digunakan misi kemanusiaan Pemerintah Ukraiana.
“Ketika kita melakukan langkah untuk mengurangi krisis pangan dengan menyalurkan suplai melalui rute kereta api dan pelabuhan Eropa, dalam upaya ini, Rusia juga mencoba memotong dan menghancurkan jembatan, jalan kereta api, dan kota-kota Ukraina melalui serangan artileri,” urai Zelensky.
Tindakan keji Rusia juga menyasar institusi kesehatan, pendidikan dan keagamaan, sedikitnya lebih dari 600 institusi kesehatan, rumah sakit, rumah sakit bersalin, serta 2.000 universitas dan sekolah. Demikian pula banyak gereja dan tempat ibadah lainnya yang dihancurkan.
“Kemarin, (kota) Kharkiv dihujani oleh serangan artileri mengakibatkan bayi dalam pelukan orang tua mereka pun terkena ledakan. Inilah realita yang tengah kami hadapi sejak 24 Februari. Hal ini dimulai pada 2014 saat Rusia mengambil alih Krimea dan Donbas,” tuturnya.
Baca juga: AS Tak Suka Jokowi Undang Putin Hadiri KTT G20 di Indonesia
Menurut Zelensky, hingga saat ini tekanan dunia internasional melalui dukungan moral maupun aksi boikot tidak cukup membuat Rusia mengendurkan upaya untuk melakukan upaya aneksasi wilayah Ukraina.
“Ketika kita melakukan langkah untuk mengurangi krisis pangan dengan menyalurkan suplai melalui rute kereta api dan pelabuhan Eropa, dalam upaya ini, Rusia juga mencoba memotong dan menghancurkan jembatan, jalan kereta api, dan kota-kota Ukraina melalui serangan artileri,” urai Zelensky.
Tindakan keji Rusia juga menyasar institusi kesehatan, pendidikan dan keagamaan, sedikitnya lebih dari 600 institusi kesehatan, rumah sakit, rumah sakit bersalin, serta 2.000 universitas dan sekolah. Demikian pula banyak gereja dan tempat ibadah lainnya yang dihancurkan.
“Kemarin, (kota) Kharkiv dihujani oleh serangan artileri mengakibatkan bayi dalam pelukan orang tua mereka pun terkena ledakan. Inilah realita yang tengah kami hadapi sejak 24 Februari. Hal ini dimulai pada 2014 saat Rusia mengambil alih Krimea dan Donbas,” tuturnya.
Baca juga: AS Tak Suka Jokowi Undang Putin Hadiri KTT G20 di Indonesia
Menurut Zelensky, hingga saat ini tekanan dunia internasional melalui dukungan moral maupun aksi boikot tidak cukup membuat Rusia mengendurkan upaya untuk melakukan upaya aneksasi wilayah Ukraina.
Lihat Juga :