Bos MI6 Klaim Putin Mungkin Sudah Meninggal, yang Sekarang Tubuh Pengganti

Minggu, 29 Mei 2022 - 14:26 WIB
loading...
Bos MI6 Klaim Putin Mungkin Sudah Meninggal, yang Sekarang Tubuh Pengganti
Bos intelijen Inggris mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin sudah meninggal, dan yang sekarang adalah tubuh pengganti. Foto/Euractiv
A A A
LONDON - Kepala intelijen Inggris , MI6, percaya bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin sudah meninggal. Ia mengklaim presiden Rusia itu sakit parah dan jika dia meninggal, kroni-kroninya akan diam untuk mempertahankan kekuasaan selama mungkin.

Sebuah sumber mengatakan kepada Daily Star bahwa penampilan Putin di depan media baru-baru ini sangat mungkin telah direkam sebelumnya.

Tubuh pengganti mungkin juga telah digunakan di acara-acara publik, seperti Parade Hari Kemenangan Moskow awal bulan ini.

“Putin sakit parah dan ketika dia meninggal, kematiannya akan dirahasiakan selama berminggu-minggu, jika tidak berbulan-bulan," kata salah satu sumber intelijen.

“Ada juga kemungkinan dia sudah mati. Tidak mungkin untuk mengetahuinya. Diyakini bahwa Putin telah menggunakan tubuh pengganti di masa lalu ketika dia tidak sehat dan Kremlin dapat melakukannya sekarang," imbuhnya.

Baca juga: Putin Prediksi Kegagalan Negara-negara Barat, Sebut Alasan Paling Ironis

“Putin adalah kepala sekelompok kecil pejabat senior yang sepenuhnya setia kepadanya," sambungnya.

“Ketakutan sebenarnya (untuk kroni-kroninya) adalah bahwa begitu kematiannya diumumkan, akan ada kudeta Kremlin dan para jenderal Rusia ingin mundur dari Ukraina," ujarnya.

“Kematian Putin akan membuat mereka tidak berdaya dan rentan sehingga mereka memiliki kepentingan untuk mengatakan bahwa Putin masih hidup – ketika kebalikannya bisa jadi benar,” pungkasnya seperti dikutip dari Daily Star, Minggu (29/5/2022).

Kesehatan pria berusia 69 tahun itu dilaporkan memburuk beberapa bulan terakhir. Dia tampak kurang gerak dan wajahnya membengkak, dengan beberapa pengamat menduga dia bisa jadi menderita kanker darah.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2709 seconds (10.101#12.26)