Gara-gara Perang, Gereja Ortodoks Ukraina Pilih Merdeka Patriarkat Rusia

Sabtu, 28 Mei 2022 - 11:47 WIB
loading...
Gara-gara Perang, Gereja...
Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Patriarch Kirill (kanan), mendukung invasi militer Presiden Vladimir Putin ke Ukraina sebagai perang suci. Hal ini membuat Gereja Ortodoks Ukraina memerdekakan diri dari Gereja Ortodoks Rusia. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Gereja Ortodoks Ukraina (UOC) pada Jumat memilih untuk mendeklarasikan kemerdekaan dari Patriarkat Rusia . Perpecahan komunitas agama ini imbas dari perang kedua negara.

UOC memilih merdeka karena tidak sepakat dengan posisi Patriark Kirill—pemimpin Gereja Ortodoks Rusia (OCU)—tentang operasi militer Moskow di Ukraina.

Dalam sebuah forum di Kiev, mayoritas uskup UOC memilih untuk mengamandemen Piagamnya—berubah menjadi; "Bersaksi tentang kemerdekaan penuh dan otosefali Gereja Ortodoks Ukraina".

Amandemen Piagam UOC diumumkam dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Jumat.

Baca juga: Duel Udara, MiG-29 Ukraina Tembak Jatuh Jet Tempur Canggih Su-35 Rusia

Sebelumnya, sebagai bagian dari Gereja Ortodoks Rusia, UOC terus menganggap Patriark Moskow dan Seluruh Rusia sebagai kepala spiritualnya setelah deklarasi kemerdekaan Ukraina.

Namun, pada tahun 2018, presiden Ukraina saat itu Petro Poroshenko mendukung pembentukan OCU saingan.

Meskipun hanya dua uskup dari 90 UOC yang bergabung dengan Gereja Ortodoks Rusia, itu diakui oleh Patriarkat Ekumenis pro-Barat yang berbasis di Istanbul.

UOC sekarang telah menyerukan negosiasi baru dengan OCU skismatis, mendesaknya untuk menyembuhkan “luka yang dalam dan menyakitkan” di tubuh Gereja Ortodoks Ukraina. "Agar dialog dapat berlangsung, OCU perlu menghentikan penyitaan gereja dan pemindahan paksa paroki dari UOC," bunyi pernyataan forum UOC.

Sebagai keluhan terhadap Gereja Ortodoks Rusia, UOC mengutip posisi Patriark Kirill tentang operasi militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina, tetapi meminta pemerintah di Moskow dan Kiev untuk melanjutkan proses negosiasi dan mencari kata-kata
yang kuat dan masuk akal untuk menghentikan pertumpahan darah.

Pihak Gereja Ortodoks Rusia sebelumnya telah mengkhawatirkan upaya deklarasi kemerdekaan UOC.

"Separatisme gereja Ukraina akan mengarah pada perpecahan lain di Ukraina dan awal dari proses cepat hilangnya UOC," kata Imam Agung Andrei Novikov dari Patriarkat Moskow kepada kantor berita TASS.

“Tuhan melarang, jika ada keputusan yang dibuat menuju pemisahan dari Gereja Ortodoks Rusia, ini pasti akan menjadi perpecahan nasionalis lainnya, upaya untuk mengubah UOC menjadi gereja politik saku [Presiden Ukraina Volodymyr] Zelensky dan [Layanan Keamanan Ukraina] SBU,” kata Novikov, menyebut langkah seperti itu sepenuhnya bertentangan dengan
tradisi dan warisan ortodoksi.

Hampir 80 persen orang Ukraina menganggap diri mereka Kristen Ortodoks, dengan 10% lainnya milik Gereja Katolik Yunani Ukraina, yang mengakui Paus di Roma sebagai pemimpin tertingginya tetapi mempertahankan ritus Ortodoks.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved