Parah, Polisi Tunggu 1 Jam di Depan Sekolah saat Penembak Beraksi di SD Texas

Sabtu, 28 Mei 2022 - 05:15 WIB
loading...
A A A
Juru bicara Departemen Keamanan Publik Texas Chris Olivarez ditantang tentang petugas yang lambat masuk ke sekolah dalam wawancara televisi dengan Wolf Blitzer dari CNN pada Kamis, yang bertanya kepadanya, “Apa sebenarnya yang dilakukan penegak hukum selama 60 menit atau lebih sementara penembak tetap berada di kelas membunuh anak-anak dan guru itu?”

“Jika mereka melangkah lebih jauh, tidak tahu di mana tersangka berada, mereka bisa ditembak, mereka bisa dibunuh,” ujar Olivarez.

Situasi serupa terjadi di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida, pada 14 Februari 2018.

Polisi Scot Peterson, satu-satunya penjaga bersenjata di sekolah, mundur ke tempat yang aman, alih-alih bergerak untuk menyerang penembak.

Dia ditangkap setelah didakwa atas 11 tuduhan pengabaian seorang anak, dan seorang hakim memutuskan Agustus lalu bahwa persidangan terhadapnya dapat dilanjutkan.

Namun, sejak penembakan Columbine High School tahun 1999 di Colorado ketika tim SWAT duduk diam di luar sekolah ketika dua penembak membunuh 12 siswa dan seorang guru, kebijakan dan praktik standar polisi di AS adalah agar polisi memasuki gedung sesegera mungkin dan hentikan penembak, bahkan mengabaikan korban saat pria bersenjata itu tetap menjadi ancaman aktif.

Misalnya, manual yang digunakan Asosiasi Kepala Polisi Texas mengatakan, "Dua hingga lima petugas yang merespons pertama harus membentuk satu tim dan memasuki struktur."

Pada Jumat, Direktur Keamanan Publik Departemen Texas Steven McCraw mengakui bahwa itu adalah "keputusan yang salah" untuk menunggu tim taktis di Uvalde.

"Ada 19 petugas di sana, pada kenyataannya, ada banyak petugas untuk melakukan apa pun yang perlu dilakukan dengan satu pengecualian, komandan insiden di dalam percaya bahwa dia membutuhkan lebih banyak peralatan dan lebih banyak petugas untuk melakukan penyerangan taktis pada saat itu ... Di mana saya duduk sekarang, tentu saja itu bukan keputusan yang tepat,” ujar dia pada konferensi pers.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Perang Berpotensi Meluas,...
Perang Berpotensi Meluas, Inggris Siap-Siap Hadapi Serangan Iran
Rekomendasi
Generasi Emas Intitute...
Generasi Emas Intitute Ajak Anak Muda Wujudkan Indonesia Emas 2045
Kasus Obesitas Anak...
Kasus Obesitas Anak Meningkat, Dokter Ingatkan Batasan Konsumsi Gula
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Berita Terkini
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
Infografis
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah...
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah? Cek di Sini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved