Legislator Rusia Ancam Ubah Eropa Menjadi Abu

Jum'at, 27 Mei 2022 - 22:01 WIB
loading...
Legislator Rusia Ancam Ubah Eropa Menjadi Abu
Seorang politisi Rusia mengeluarkan ancaman nuklir yang ditujukan kepada Eropa. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Seorang politisi Rusia mengeluarkan ancaman nuklir yang ditujukan kepada Eropa di mana ia mencela pasokan senjata NATO kepada Kiev. Ancaman itu diungkapkannya dalam sebuah program televisi Rusia.

Pemimpin partai nasionalis Rodina yang merupakan bagian dari oposisi Rusia, Aleksey Zhuravlyov berulang kali mengangkat momok kemampuan nuklir negaranya selama tampil di dalam program stasiun televisi Russia-1, 60 Minutes.

Dalam acara itu, Wakil Duma Rusia itu membidik Kanselir Jerman Olaf Scholz yang telah mengatakan kepada Forum Ekonomi Dunia di Davos bahwa Vladimir Putin tidak boleh memenangkan perang di Ukraina. Ia juga yakin Rusia tidak akan memenangkannnya.

Baca juga: Rusia Tembakkan Rudal Balistik Iskander ke Langit Ukraina

"Ini gila. Apakah orang bodoh ini benar-benar berpikir kita bisa kalah. Kita, negara nuklir?" kata Zhuravlyov.

"Besok itu, kami akan mengatakan, 'maaf, kami melakukan kesalahan, bahwa kami akan keluar dari Crimea dan di tempat lain.' Itu tidak bisa terjadi," ia melanjutkan.



"Pada akhirnya, Anda akan menjadi abu. Amerika akan mengatakan 'hal itu terjadi,'" ujarnya menunjukkan bahwa Washington tidak akan datang membantu Eropa jika Moskow menggunakan senjata nuklirnya.

Baca juga: Senator AS Minta NATO Persiapkan Respons Menghancurkan Jika Rusia Gunakan Nuklir

Mempermasalahkan penilaian Scholz bahwa Barat tidak dapat menerima persyaratan yang ditetapkan Moskow dalam pembicaraan damai, Zhuravlyov mengatakan: "Jika Anda tidak dapat menerima persyaratan kami maka kami akan memaksa Anda."

"Scholz harus tahu itu. Jika Anda memaksa kami untuk menggunakan senjata nuklir kita tidak punya pilihan lain," ujarnya.

Zhuravlyov juga menyuarakan keprihatinan bahwa Rusia mungkin akan berjuang untuk membayar perang di Ukraina.

Baca juga: 100 Bom Nuklir AS Disebar di Eropa, Sedangkan Milik Rusia Tetap di Tempat

(ian)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1253 seconds (10.177#12.26)