Ortu Korban Penembakan Massal di Texas Sesalkan Respon Lambat Polisi

Jum'at, 27 Mei 2022 - 02:00 WIB
loading...
Ortu Korban Penembakan...
Ortu Korban Penembakan Massal di Texas Sesalkan Respon Lambat Polisi. FOTO/Reuters
A A A
TEXAS - Saksi-saksi penembakan di sekolah Texas, Amerika Serikat (AS) pada Kamis (26/5/2022) mempertanyakan tanggapan awal polisi terhadap pembantaian itu. Sebelumnya, orang tua yang berduka mengatakan, mereka memohon kepada petugas untuk menyerbu gedung dan menghentikan pertumpahan darah - tetapi tidak berhasil.

Saat kota Uvalde berduka atas 19 anak dan dua guru yang tewas dalam penembakan massal terbaru di AS, Jacinto Cazares, yang putrinya, Jacklyn meninggal dalam pembantaian hari Selasa, mengatakan dia berlari ke Sekolah Dasar Robb ketika dia mendengar tentang penembakan itu.

Baca: Mengerikan, 15 Orang Tewas Ditembaki di SD Texas!

"Setidaknya ada 40 anggota penegak hukum bersenjata lengkap, tetapi tidak melakukan apa-apa (sampai) sudah terlambat," kata Cazares kepada ABC News.

Bergabung dengan orang tua lain yang berduka yang dikutip di media AS, mereka sempat mendesak polisi untuk bertindak lebih tegas, saat penembakan sekolah terburuk di AS dalam satu dekade terjadi.

"Situasinya bisa selesai dengan cepat jika mereka memiliki pelatihan taktis yang lebih baik, dan kami sebagai komunitas menyaksikannya secara langsung," kata Cazares.

Baca: Telepon 911 saat Dibantai, Anak 10 Tahun Korban Penembakan Massal Texas Jadi Pahlawan

"Orang tua putus asa," kata Daniel Myers, 72. "Mereka siap untuk masuk. Seorang anggota keluarga, dia berkata: 'Saya berada di militer, beri saya pistol, saya akan masuk. Saya tidak akan ragu-ragu. Saya akan masuk.'"

"Jadi ada keputusasaan di sana, ada selang waktu," katanya kepada AFP di sebuah peringatan darurat di luar sekolah, di mana salib kayu telah didirikan dengan nama-nama korban.

Komunitas Latin yang terjalin erat berubah selamanya ketika seorang anak berusia 18 tahun dengan riwayat diintimidasi memasuki sekolah dengan senapan serbu dan ratusan amunisi.

Para pejabat mengatakan pria bersenjata itu, Salvador Ramos, mengenakan rompi gaya militer, dihadang oleh seorang petugas sumber daya sekolah, tetapi bisa masuk melalui pintu belakang. Ramos kemudian berjalan ke dua ruang kelas yang bersebelahan dan mulai menembak.

Baca: Pembantai 21 Orang di Texas Posting Ancaman Mengerikan 15 Menit sebelum Beraksi

Direktur Departemen Keamanan Publik Texas Steven McCraw mengatakan kepada CNN bahwa Ramos berada di dalam selama sekitar 40 menit sebelum polisi berhasil menembak dan membunuhnya.

Kepala Patroli Perbatasan AS Raul Ortiz, sementara itu, mengatakan agen pasukan "tidak ragu-ragu". "Mereka datang dengan sebuah rencana. Mereka memasuki ruang kelas itu dan mereka menangani situasi secepat mungkin," kata Ortiz kepada CNN.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Status Triliuner Elon...
Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok
Rekomendasi
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Homedoki Umumkan Pemenang...
Homedoki Umumkan Pemenang Umrah, Perjalanan ke Tanah Suci Agustus 2026
Stephanie MCI Ungkap...
Stephanie MCI Ungkap Pengalaman Seram saat Menginap di Vila Bali
Berita Terkini
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved