Anggota Parlemen Ukraina Desak Jerman Segera Kirim Senjata ke Kiev

Kamis, 26 Mei 2022 - 01:42 WIB
loading...
Anggota Parlemen Ukraina...
Anggota Parlemen Ukraina Desak Jerman Segera Kirim Senjata ke Kiev. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Negara-negara Barat seperti Jerman harus mengatasi keengganan untuk memasok Ukraina dengan senjata modern, karena Kiev berisiko kehabisan stok dalam perang dengan Rusia . Hal itu diungkapkan anggota parlemen Anastasia Radina.

“Kami hanya punya satu pilihan, dan ini adalah menerima persenjataan modern NATO, karena kami tidak dapat memenangkan perang dengan persenjataan gaya Soviet yang kami miliki,” kata Radina kepada Reuters di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Baca: Menhan Rusia: Operasi Khusus untuk Hentikan Genosida di Ukraina

Menurutnya, stok senjata buatan Soviet terbatas di seluruh dunia. Dan, Moskow memiliki lebih banyak senjata ini daripada Kiev.

"Apa yang mereka lakukan adalah menunggu kita kehabisan senjata atau kolektif Barat menjadi kurang bersatu dan lebih sibuk dengan masalah mereka sendiri," kata Radina dalam sebuah wawancara pada Selasa (24/5/2022).

“Ukraina membutuhkan senjata jarak jauh, setelah sebelumnya menerima senjata anti-pesawat dan anti-tank pada awal perang, lanjut Radina. Ia menambahkan bahwa Kiev juga telah meminta sistem pertahanan udara berbasis darat untuk melindungi kota-kota Ukraina dari serangan.

Pemerintah Jerman telah mempertimbangkan untuk memasok sistem pertahanan darat-ke-udara yang dibangun oleh Diehl ke Ukraina, menurut sumber keamanan, tetapi kesepakatan belum diumumkan.

Baca: George Soros Sebut Perang Ukraina Mungkin Awal Perang Dunia III

Radina mengatakan, sistem seperti ini dapat membantu melindungi tidak hanya Kiev, tetapi juga kota-kota lain seperti Kharkiv, Zaporizhya, Mykolaiv dan Odesa.

"Ini adalah kota-kota yang membutuhkan sistem pertahanan udara yang tepat, bahkan lebih dari Kiev," ujarnya. “Pemerintah Jerman harus memahami bahwa Ukraina kehabisan waktu,” lanjutnya.



"Diskusi tentang tank hanya memalukan. Ini menimbulkan pertanyaan dengan siapa Jerman benar-benar berpihak," kata Radina mengacu pada tank anti-pesawat Gepard yang dijanjikan Jerman sebulan lalu, tetapi Berlin mengatakan akan dikirimkan pada Juli.

"Sudah waktunya Jerman membuktikan dalam tindakan dengan siapa berdiri. Dan membuktikan dalam tindakan berarti: Berhenti memasok Rusia dengan uang untuk pada dasarnya dapat membeli senjata dan membunuh warga sipil Ukraina dan membantu Ukraina dengan amunisi yang tepat," urainya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved