Memalukan dan Semrawut! Pentagon Pasang Bendera Ukraina secara Terbalik

Rabu, 25 Mei 2022 - 08:52 WIB
loading...
Memalukan dan Semrawut!...
Bendera Ukraina terpasang terbalik di belakang Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Pemimpin Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley. Foto/twitter
A A A
WASHINGTON - Ketika Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin dan Pemimpin Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley bertemu pada Senin dengan sekutu untuk mengumumkan pengiriman senjata baru ke Kiev, mereka duduk di depan empat bendera Ukraina yang dipasang terbalik.

Kesemrawutan itu bukan pertama kalinya bagi para politisi tingkat atas di Washington yang bingung tentang negara yang mereka dukung.



Austin dan Milley menjadi tuan rumah pertemuan virtual Grup Kontak Pertahanan Ukraina, panel yang terdiri dari 47 negara yang bersedia memasok senjata dan bantuan militer lainnya ke Kiev.

Ketika Austin menggambarkan upaya Amerika mengamankan sistem artileri dan amunisi yang sangat dibutuhkan, sistem pertahanan pantai, tank, dan kendaraan lapis baja lainnya untuk Kiev, pengamat segera menyadari ada sesuatu yang salah.

Baca juga: Ukraina Sesumbar Bisa Memasuki Krimea pada Akhir Tahun

Di belakang Austin dan Milley, empat bendera Ukraina digantung terbalik, dengan warna kuning di bagian atas, bukan biru.

Baca juga: Pesawat Militer Rusia dan China Gelar Patroli Udara Bersama di Asia Pasifik

Agaknya itu pekerjaan staf Pentagon. Kesalahan itu bukan pertama kalinya bagi para pendukung Ukraina yang ceroboh dalam mengibarkan benderanya yang khas.

Kembali pada Maret, serikat pekerja terbesar di Amerika AFL-CIO mentweet gambar dewan eksekutifnya memegang poster bendera Ukraina terbalik yang bertuliskan “Berdiri dengan Ukraina.”



Setelah beberapa ejekan online, serikat pekerja memposting ulang gambar dengan bendera yang diubah secara digital untuk membenahi posisinya.

Namun akhirnya foto itu dihapus sepenuhnya ketika para pengguna Twitter mengomentari pekerjaan photoshop yang buruk untuk mengubah warna benderanya.

Para pemimpin AS di masa lalu dan sekarang juga membingungkan Ukraina, termasuk dengan negara-negara lain sepenuhnya.

Dalam pidato pada Maret yang mengutuk serangan Rusia di Ukraina, Presiden AS Joe Biden menyatakan, “Presiden Rusia Vladmir Putin mungkin mengelilingi Kiev dengan tank, tetapi dia tidak akan pernah mendapatkan hati dan jiwa rakyat Iran.”

Baru-baru ini, mantan Presiden George W Bush mengutuk, “Invasi yang sepenuhnya tidak dapat dibenarkan dan brutal ke Irak, maksud saya Ukraina.” Kesalahan memalukan itu merujuk pada invasinya sendiri ke Irak pada 2003.

Setelah pertemuan Senin, Austin mengumumkan Denmark akan memberikan rudal anti-kapal ke Ukraina, Ceko akan mengirim helikopter serang, dan Italia, Yunani, Norwegia, dan Polandia akan menyumbangkan sistem artileri dan amunisi.

AS telah memberikan hampir USD4 miliar bantuan militer ke Ukraina sejak Februari, dan akan menghabiskan USD40 miliar lagi untuk bantuan militer dan ekonomi untuk Kiev.

Jumlah itu lebih dari enam kali anggaran pertahanan tahunan Ukraina.

Kremlin menuduh AS dan sekutunya mengobarkan “perang dengan proxy” melawan Rusia melalui pengiriman senjata ini, serta dengan melatih dan berbagi intelijen dengan pasukan Ukraina.

Aliran bantuan persenjataan dari Barat itu pun menjadikan konflik antara Ukraina dan Rusia terus berlanjut.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
PM Jepang Takaichi:...
PM Jepang Takaichi: Akhirnya Saya Bisa Tidur 5 Jam, Nyetrika dan Jahit!
Rekomendasi
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Nathalie Holscher Resmi...
Nathalie Holscher Resmi Menikah, Sule Ucapkan Selamat dan Titip Adzam
Berita Terkini
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved