Rusia Sengaja Perlambat Perangnya di Ukraina, Ini Tujuannya
Rabu, 25 Mei 2022 - 00:05 WIB
loading...
A
A
A
Berbeda dengan klaim Angkatan Bersenjata Ukraina, Shoigu mengatakan bahwa pasukan Rusia tidak melakukan serangan terhadap infrastruktur sipil di mana mungkin ada orang di dekatnya.
Sebaliknya, kata dia, posisi penembakan yang teridentifikasi dan fasilitas militer Ukraina diserang dengan senjata presisi tinggi.
Menteri pertahanan itu juga mencatat bahwa negara-negara Barat, yang takut akan kekalahan pasukan Kiev, mempercepat pengiriman bantuan mematikan ke Ukraina dan mengirim penasihat militer dan personel dari perusahaan militer swasta. Dia menambahkan bahwa jumlah tentara bayaran asing di negara itu telah melebihi 6.000 orang.
Namun, terlepas dari sanksi terhadap Moskow dan bantuan ekstensif yang diberikan ke Kiev oleh Barat, Shoigu menyatakan bahwa Rusia akan melanjutkan operasi militer khusus sampai semua tujuannya tercapai.
Dia kembali menegaskan bahwa situasi saat ini di Ukraina adalah akibat dari penolakan Barat untuk mempertimbangkan proposal Rusia guna menyelesaikan isu-isu kunci mengenai masalah keamanan nasionalnya, yang mencakup penghentian ekspansi NATO ke wilayah timur dan tidak adanya senjata tempur di dekat perbatasan Rusia.
“Semuanya dilakukan persis sebaliknya. Amerika Serikat menetapkan arah untuk pembongkaran total arsitektur keamanan internasional yang ada, menyertainya dengan penyebaran global sistem pertahanan anti-rudal dan pengembangan sistem rudal jarak menengah dan jarak pendek," katanya, menambahkan bahwa NATO berada tepat di depan pintu Rusia dan telah secara signifikan meningkatkan potensi tempurnya.
Sebaliknya, kata dia, posisi penembakan yang teridentifikasi dan fasilitas militer Ukraina diserang dengan senjata presisi tinggi.
Menteri pertahanan itu juga mencatat bahwa negara-negara Barat, yang takut akan kekalahan pasukan Kiev, mempercepat pengiriman bantuan mematikan ke Ukraina dan mengirim penasihat militer dan personel dari perusahaan militer swasta. Dia menambahkan bahwa jumlah tentara bayaran asing di negara itu telah melebihi 6.000 orang.
Namun, terlepas dari sanksi terhadap Moskow dan bantuan ekstensif yang diberikan ke Kiev oleh Barat, Shoigu menyatakan bahwa Rusia akan melanjutkan operasi militer khusus sampai semua tujuannya tercapai.
Dia kembali menegaskan bahwa situasi saat ini di Ukraina adalah akibat dari penolakan Barat untuk mempertimbangkan proposal Rusia guna menyelesaikan isu-isu kunci mengenai masalah keamanan nasionalnya, yang mencakup penghentian ekspansi NATO ke wilayah timur dan tidak adanya senjata tempur di dekat perbatasan Rusia.
“Semuanya dilakukan persis sebaliknya. Amerika Serikat menetapkan arah untuk pembongkaran total arsitektur keamanan internasional yang ada, menyertainya dengan penyebaran global sistem pertahanan anti-rudal dan pengembangan sistem rudal jarak menengah dan jarak pendek," katanya, menambahkan bahwa NATO berada tepat di depan pintu Rusia dan telah secara signifikan meningkatkan potensi tempurnya.
Lihat Juga :