Jenderal Top AS: Potensi Konflik antara Kekuatan Besar Meningkat
Senin, 23 Mei 2022 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Milley meminta militer AS untuk adaptif dan tangguh sambil mempertahankan, “Karakter luar biasa di bawah tekanan intens pertempuran darat.”
Ini bukan pertama kalinya Milley membuat penilaian seperti itu.
Pada awal April, dia mengatakan kepada anggota parlemen AS, “Potensi konflik internasional yang signifikan meningkat, bukan menurun.”
Dia juga menggambarkan serangan Rusia di Ukraina sebagai, “Ancaman untuk merusak tidak hanya perdamaian dan stabilitas Eropa tetapi juga perdamaian dan stabilitas global yang orang tua saya dan generasi Amerika perjuangkan dengan keras untuk dipertahankan.”
Sementara itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan pada Senin (23/5/2022) bahwa dia akan bersedia menggunakan kekuatan untuk membela Taiwan.
Pernyataan itu muncul saat dia menggalang dukungan pada perjalanan pertamanya ke Asia sejak menjabat. Dia menegaskan perlawanan AS terhadap pengaruh China yang tumbuh di seluruh kawasan.
China menganggap Taiwan sebagai wilayahnya dan akan menggunakan kekuatan untuk menyatukan kembali.
Ketika ditanya seorang reporter di Tokyo apakah Amerika Serikat akan membela Taiwan jika diserang oleh China, Biden menjawab, “Ya.”
“Itulah komitmen yang kami buat… Kami setuju dengan kebijakan satu China. Kami telah menandatanganinya dan semua perjanjian yang dimaksudkan dibuat dari sana. Tetapi gagasan bahwa itu dapat diambil dengan paksa, diambil dengan paksa, tidak tepat, tidak tepat,” ujar Biden.
Dia menambahkan bahwa harapannya peristiwa seperti itu tidak akan terjadi atau dicoba.
Meski Washington diwajibkan undang-undang untuk memberi Taiwan sarana untuk membela diri, AS telah lama mengikuti kebijakan "ambiguitas strategis" tentang apakah akan campur tangan secara militer untuk melindungi Taiwan jika terjadi serangan China.
Biden membuat komentar serupa tentang membela Taiwan pada Oktober. Saat itu, juru bicara Gedung Putih mengatakan Biden tidak mengumumkan perubahan apa pun dalam kebijakan AS.
Komentar tentang Taiwan kemungkinan akan menutupi inti dari kunjungan Biden yakni peluncuran Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik, rencana luas yang menyediakan pilar ekonomi untuk keterlibatan AS dengan Asia.
Ini bukan pertama kalinya Milley membuat penilaian seperti itu.
Pada awal April, dia mengatakan kepada anggota parlemen AS, “Potensi konflik internasional yang signifikan meningkat, bukan menurun.”
Dia juga menggambarkan serangan Rusia di Ukraina sebagai, “Ancaman untuk merusak tidak hanya perdamaian dan stabilitas Eropa tetapi juga perdamaian dan stabilitas global yang orang tua saya dan generasi Amerika perjuangkan dengan keras untuk dipertahankan.”
Sementara itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan pada Senin (23/5/2022) bahwa dia akan bersedia menggunakan kekuatan untuk membela Taiwan.
Pernyataan itu muncul saat dia menggalang dukungan pada perjalanan pertamanya ke Asia sejak menjabat. Dia menegaskan perlawanan AS terhadap pengaruh China yang tumbuh di seluruh kawasan.
China menganggap Taiwan sebagai wilayahnya dan akan menggunakan kekuatan untuk menyatukan kembali.
Ketika ditanya seorang reporter di Tokyo apakah Amerika Serikat akan membela Taiwan jika diserang oleh China, Biden menjawab, “Ya.”
“Itulah komitmen yang kami buat… Kami setuju dengan kebijakan satu China. Kami telah menandatanganinya dan semua perjanjian yang dimaksudkan dibuat dari sana. Tetapi gagasan bahwa itu dapat diambil dengan paksa, diambil dengan paksa, tidak tepat, tidak tepat,” ujar Biden.
Dia menambahkan bahwa harapannya peristiwa seperti itu tidak akan terjadi atau dicoba.
Meski Washington diwajibkan undang-undang untuk memberi Taiwan sarana untuk membela diri, AS telah lama mengikuti kebijakan "ambiguitas strategis" tentang apakah akan campur tangan secara militer untuk melindungi Taiwan jika terjadi serangan China.
Biden membuat komentar serupa tentang membela Taiwan pada Oktober. Saat itu, juru bicara Gedung Putih mengatakan Biden tidak mengumumkan perubahan apa pun dalam kebijakan AS.
Komentar tentang Taiwan kemungkinan akan menutupi inti dari kunjungan Biden yakni peluncuran Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik, rencana luas yang menyediakan pilar ekonomi untuk keterlibatan AS dengan Asia.
Lihat Juga :