Beda dengan Klaim Putin, AS Sebut Rusia Tak Ingin Gabung NATO
Jum'at, 20 Mei 2022 - 20:33 WIB
loading...
A
A
A
Moskow telah berulang kali menyinggung NATO, dengan mengatakan ekspansinya ke perbatasan Rusia merupakan ancaman kritis bagi keamanan nasional Rusia.
Selama peningkatan ketegangan sebelum serangan ke Ukraina, Moskow melakukan upaya terakhir untuk mengamankan jaminan yang mengikat secara hukum bahwa Ukraina tidak akan bergabung dengan blok tersebut tetapi diberitahu bahwa tidak ada yang akan diberikan.
AS mengeklaim bahwa kebijakan pintu terbuka sangat penting bagi NATO, meskipun dokumen pendiriannya tidak mencakup ketentuan tersebut dan, sebaliknya, memungkinkan setiap anggota untuk memblokir aksesi anggota baru. Kebetulan, kebijakan ini memiliki relevansi baru setelah Turki mengancam akan memveto aplikasi Finlandia dan Swedia.
Rusia menyerang negara tetangga itu pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Luhansk.
Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis itu dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik di Donbass dengan paksa.
Selama peningkatan ketegangan sebelum serangan ke Ukraina, Moskow melakukan upaya terakhir untuk mengamankan jaminan yang mengikat secara hukum bahwa Ukraina tidak akan bergabung dengan blok tersebut tetapi diberitahu bahwa tidak ada yang akan diberikan.
AS mengeklaim bahwa kebijakan pintu terbuka sangat penting bagi NATO, meskipun dokumen pendiriannya tidak mencakup ketentuan tersebut dan, sebaliknya, memungkinkan setiap anggota untuk memblokir aksesi anggota baru. Kebetulan, kebijakan ini memiliki relevansi baru setelah Turki mengancam akan memveto aplikasi Finlandia dan Swedia.
Rusia menyerang negara tetangga itu pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Luhansk.
Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis itu dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik di Donbass dengan paksa.
(min)
Lihat Juga :