Jenderal AS: Rudal Hipersonik Rusia Berkinerja Buruk dalam Perang Ukraina

Jum'at, 20 Mei 2022 - 15:37 WIB
loading...
Jenderal AS: Rudal Hipersonik...
Kepala Komando Utara (NORTHCOM) Amerika Serikat Jenderal Glen VanHerck sebut rudal hipersonik Rusia berkinerja buruk dalam perang di Ukraina.Foto/via Elpais
A A A
WASHINGTON - Sistem rudal hipersonik paling canggih Kremlin tidak beroperasi secara efektif dalam perang Rusia di Ukraina. Demikian disampaikan Kepala Komando Utara (NORTHCOM) Amerika Serikat (AS) Jenderal Glen VanHerck di hadapan Subkomite Pasukan Strategis Angkatan Bersenjata Senat.

Menurutnya, Rusia memiliki tantangan dengan beberapa rudal hipersonik mereka seperti akurasi. "Rudal itu berperforma buruk," ujarnya, seperti dikutip dari USNI, Jumat (20/5/2022).

Terlepas dari ketidaktepatan keseluruhan Rusia dalam menembakkan semua rudalnya, John Plumb, Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan Luar Angkasa, mengatakan kenyataan yang serius adalah bahwa diperkirakan 1.500 rudal yang ditembakkan Rusia sejak invasi 24 Februari menargetkan warga sipil Ukraina.

Para saksi dalam sidang Senat setuju bahwa itu adalah penggunaan sistem rudal terbesar sejak Perang Dunia II.

Baca juga: Jenderal Tertinggi AS Remehkan Rudal Hipersonik Rusia dalam Perang Ukraina

Ketika pertempuran di Ukraina telah berkembang, Letnan Jenderal Angkatan Darat Daniel Karbler mengatakan Kiev membutuhkan sistem rudal ofensif dan defensif untuk pertahanan berlapis dan untuk menghalangi manuver Moskow di lapangan. Di antara sistem yang dia sebutkan adalah Patriot, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan mortir khusus.

Sebelumnya, jenderal tertinggi AS; Mark Milley, juga meremehkan rudal-rudal hipersonik yang sudah digunakan Rusia dalam perangnya di Ukraina. Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika tersebut mengatakan penggunaan senjata itu tidak memiliki efek yang benar-benar signifikan atau mengubah permainan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Laporan: Mossad Coba...
Laporan: Mossad Coba Rekrut Eks Presiden Ahmadinejad dalam Operasi Pergantian Rezim Iran
Gempur Yordania, Iran...
Gempur Yordania, Iran Klaim Hancurkan Beberapa Drone MQ-9 dan Hanggar Jet Tempur AS
Rekomendasi
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
TKBM Pelabuhan Ungkap...
TKBM Pelabuhan Ungkap Platform Digital Dermaga Atasi Masalah Bongkar Muat
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved