Korea Utara Klaim Capai Hasil Baik Penanganan Covid-19
Jum'at, 20 Mei 2022 - 08:17 WIB
loading...
A
A
A
Meningkatnya beban kasus dan kurangnya sumber daya medis dan vaksin telah membuat badan hak asasi manusia PBB memperingatkan konsekuensi "menghancurkan" bagi 25 juta warga Korut. Sementara pejabat WHO khawatir penyebaran yang tidak terkendali dapat menimbulkan varian baru yang lebih mematikan.
Baca: Korea Utara Kerahkan Militer untuk Perangi Pandemi
Sebelumnya, Korut mengatakan pada hari Rabu, bahwa wabah virus di negara itu sedang "menguntungkan", meskipun para pejabat di Korea Selatan mengatakan sulit untuk menarik kesimpulan karena tidak jelas bagaimana Korea Utara menghitung jumlah pasien demam dan COVID-19.
“Kasus demam yang dilaporkan oleh pemerintah telah menurun di Pyongyang, tetapi meningkat di provinsi pedesaan, baik melalui kesalahan atau manipulasi yang disengaja tidak mungkin sepenuhnya akurat,” kata Martyn Williams, seorang peneliti di 38 North yang berbasis di AS. "Saya ragu mereka mewakili gambaran yang tepat," katanya di Twitter.
Korea Selatan dan Amerika Serikat sama-sama menawarkan untuk membantu Korea Utara memerangi virus, termasuk mengirim bantuan, tetapi belum menerima tanggapan, kata wakil penasihat keamanan nasional Seoul, Rabu.
Baca: Korea Utara Kerahkan Militer untuk Perangi Pandemi
Sebelumnya, Korut mengatakan pada hari Rabu, bahwa wabah virus di negara itu sedang "menguntungkan", meskipun para pejabat di Korea Selatan mengatakan sulit untuk menarik kesimpulan karena tidak jelas bagaimana Korea Utara menghitung jumlah pasien demam dan COVID-19.
“Kasus demam yang dilaporkan oleh pemerintah telah menurun di Pyongyang, tetapi meningkat di provinsi pedesaan, baik melalui kesalahan atau manipulasi yang disengaja tidak mungkin sepenuhnya akurat,” kata Martyn Williams, seorang peneliti di 38 North yang berbasis di AS. "Saya ragu mereka mewakili gambaran yang tepat," katanya di Twitter.
Korea Selatan dan Amerika Serikat sama-sama menawarkan untuk membantu Korea Utara memerangi virus, termasuk mengirim bantuan, tetapi belum menerima tanggapan, kata wakil penasihat keamanan nasional Seoul, Rabu.
Lihat Juga :