Sebut Rusia Berperang Melawan NATO, Ramzan Kadyrov: Kita Akan Bebaskan Ukraina dari Setan

Kamis, 19 Mei 2022 - 02:33 WIB
loading...
Sebut Rusia Berperang...
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengatakan Rusia tidak melawan Ukrana tetapi berperang melawan NATO. Foto/The Guardian
A A A
MOSKOW - Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov , mengatakan bahwa pasukan negaranya mendapatkan kesulitan dan berperang melawan NATO di Ukraina .

Seorang sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, pemimpin republik Kaukasus ini mengumumkan pasukannya telah dikerahkan ke medan perang di Ukraina segera setelah presiden Rusia itu menyerbu negara tetangganya itu pada 24 Februari.

Sejak itu, eksploitasi militer yang diklaim dari pasukan Kadyrov, yang dikenal sebagai "Kadyrovites" telah menjadi fitur di saluran media sosial orang kuat Chechnya itu.

Pada forum pendidikan yang difilmkan di Moskow, Kadyrov berbicara tentang invasi Rusia yang goyah ke Ukraina, di mana milisinya telah menderita banyak korban.

"Kami berperang bukan melawan Ukraina, melawan Banderites, kami berperang melawan NATO," kata Kadyrov kepada hadirin di acara New Horizons, Rabu seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (19/5/2022).

Baca juga: Miliarder Pakistan Beli Jet Tempur untuk Ukraina

Dia menyebut Banderites mengacu pada pemimpin nasionalis Ukraina pada Perang Dunia II Stepan Bandera, yang telah terlibat dalam kerja sama dengan Nazi Jerman.

"NATO, Barat mempersenjatai mereka. Tentara bayaran mereka ada di sana dan itulah mengapa negara kita merasa sulit," imbuhnya.

"Tapi ini pengalaman yang sangat bagus, kami akan membuktikan sekali lagi bahwa Rusia tidak bisa dikalahkan," tegasnya.

Kadyrov juga menghina Kanselir Jerman Olaf Scholz atas dukungan militer dan diplomatik yang diberikan Berlin kepada Kiev.

“Kami melihat bagaimana kepemimpinan Jerman berperilaku seperti penderita skizofrenia,” ujar Kadyrov.

Baca juga: Rusia: Tak Ada Gerakan dalam Pembicaraan Damai dengan Ukraina

Menjawab pertanyaan dari hadirin, Kadyrov mengakui ada sekitar 3.000 tentara Chechnya di Ukraina, beberapa di antaranya secara perlahan membersihkan Lugansk dan Donetsk di wilayah Donbas, di mana dia mengatakan situasinya tenang.

Dia menambahkan bahwa pada awalnya, ada kesalahan dalam kampanye tetapi sekarang 100 persen berjalan sesuai rencana.

"Kami akan membebaskan Ukraina dari setan-setan ini," kata pemimpin Chechnya yang mayoritas Muslim.

Kadyrov juga mengumumkan bahwa 200 sukarelawan lainnya telah meninggalkan Chechnya untuk ambil bagian dalam perang di Ukraina. Dia mengatakan tidak perlu mobilisasi massa di Rusia karena "patriotisme" akan memastikan bahwa cukup banyak orang akan mendaftar untuk berperang.

Kadyrov, yang sering dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia, telah sesumbar tentang perannya dalam perang Ukraina, yang telah diremehkan oleh Kremlin. Dia mengklaim telah berjuang di garis depan dan mendesak Rusia untuk menghentikan pembicaraan damai dengan Kiev.

Baca juga: Intel Rusia: AS Terus Rekrut Teroris ISIS untuk Berperang di Ukraina

Pada bulan April, unitnya memposting video tentaranya yang mengenakan pakaian hitam khas mereka, berada di depan sebuah gedung yang terbakar yang menyatakan bahwa Mariupol telah direbut.

Pejabat Ukraina menuduh pejuang Kadyrov dan Chechnya merencanakan untuk membunuh presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dramatis, Korban Gempa...
Dramatis, Korban Gempa Venezuela Dievakuasi Hidup-hidup Setelah 8 Hari Tertimbun
Demonstran Bakar Diri...
Demonstran Bakar Diri hingga Tewas Dekat Markas PBB, Bawa Tulisan: China Keluar dari Tibet!
Rekomendasi
Lelah Terus Dihina,...
Lelah Terus Dihina, Elly Sugigi Rela Habiskan Rp100 Juta untuk Oplas Hidung dan Mata
Muncul Siklon Tropis...
Muncul Siklon Tropis Maysak, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
Berita Terkini
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved