McDonald Putuskan Jual Semua Aset dan Keluar dari Rusia

Selasa, 17 Mei 2022 - 06:00 WIB
loading...
McDonald Putuskan Jual...
McDonald Putuskan Jual Semua Aset dan Keluar dari Rusia. FOTO/TASS
A A A
MOSKOW - Pada bulan Maret atau beberapa pekan setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina , McDonald's menutup 850 restorannya di negara itu. Pada Senin (16/5/2022), perusahaan mengatakan ingin menjual "seluruh portofolio restoran McDonald's di Rusia kepada pembeli lokal".

Seperti dilaporkan AFP, perusahaan menambahkan bahwa setelah penjualan, restoran tidak lagi dapat menggunakan nama, logo, branding, atau menu McDonald's.

Baca: Setelah Lebih dari 3 Dekade, McDonald's Akhirnya Tinggalkan Rusia

Jaringan restoran, yang diluncurkan di Moskow pada Januari 1990 dengan kemeriahan besar hampir dua tahun sebelum Uni Soviet dibubarkan, menggambarkan penarikan itu sebagai hal yang sulit, tetapi perlu dilakukan.

"Kami sangat bangga dengan 62.000 karyawan yang bekerja di restoran kami, bersama dengan ratusan pemasok Rusia yang mendukung bisnis kami, dan pewaralaba lokal kami," kata kepala eksekutif Chris Kempczinski dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP.

"Namun, kami memiliki komitmen terhadap komunitas global kami dan harus tetap teguh pada nilai-nilai kami," lanjutnya. Saham McDonald's turun 0,6 persen pada perdagangan tengah hari di New York.

Sementara kantor berita TASS melaporkan, McDonald's mengumumkan penarikannya dari pasar Rusia dan telah mulai menjual bisnisnya di negara itu, menurut pernyataan perusahaan yang diterbitkan di situs web PR Newswire.

Baca: McDonald's dan Starbucks Tutup Sementara Semua Gerai di Rusia

Setelah lebih dari 30 tahun beroperasi di negara itu, McDonald's Corporation mengumumkan akan keluar dari pasar Rusia dan telah memulai proses untuk menjual bisnis Rusia-nya. Ini mengikuti pengumuman McDonald's pada 8 Maret 2022, bahwa mereka telah menutup sementara restoran di Rusia. dan menghentikan operasi di pasar, sebut laporan TASS.

Masih menurut laporan itu, perusahaan akan terus mempertahankan merek dagangnya di Rusia. Prioritas McDonald's termasuk memastikan karyawan McDonald's Rusia terus dibayar hingga penutupan transaksi dan bahwa karyawan memiliki pekerjaan di masa depan dengan pembeli potensial mana pun.

Sebuah sumber di McDonald's mengatakan kepada TASS, restoran akan dibuka di Rusia dengan merek baru pada pertengahan Juni, sementara pekerjaan, sebagian besar pemasok, dan menu akan dipertahankan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Gugur dalam Serangan...
Gugur dalam Serangan AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan 9 Juli
Rekomendasi
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Berita Terkini
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved