Kadyrov kepada Erdogan: Jangan Evakuasi Resimen Azov Ateis di Azovstal

Senin, 16 Mei 2022 - 08:25 WIB
loading...
Kadyrov kepada Erdogan:...
Pemimpin Muslim Pro-Kremlin Chechnya Rusia, Ramzan Kadyrov, minta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tak evakuasi resimen Azov Ukraina yang terjebak di pabrik baja Azovstal. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Pemimpin Muslim pro-Kremlin wilayah Chechnya Rusia, Ramzan Kadyrov , meminta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk tidak memfasilitasi evakuasi pasukan Ukraina yang terjebak di pabrik baja Azovstal, Mariupol.

Menurutnya, pasukan Ukraina tersebut adalah kumpulan para ateis dan pembunuh berideologi neo-Nazi.

"Dengan segala hormat kepada pemimpin negara Muslim, saya ingin mengingatkan Anda bahwa resimen Azov adalah formasi bersenjata kriminal fasis-Nazi yang terlibat dalam berbagai kekejaman dan pembunuhan penduduk sipil Donbass," tulis Kadyrov di Telegram, yang dikutip kantor berita TASS, Senin (16/5/2022).

Baca juga: Komandan Chechnya Pro-Ukraina: Kadyrov Pengkhianat yang Dibeli Putin

“Saya memohon kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan: orang-orang Azov adalah pembunuh dan ateis, yang sekarang ingin mereka tunjukkan kepada Anda sebagai korban yang tidak bersalah dari agresi Rusia. Jangan biarkan diri Anda ditipu oleh penjahat yang ingin menghindari pengadilan dan hukuman yang layak dengan bantuan Anda," paparnya.

Juru bicara Erdogan Ibrahim Kalin mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara pada hari Sabtu bahwa Ankara mengusulkan kepada Kiev untuk melakukan evakuasi laut terhadap para pejuang yang terluka yang terjebak di pabrik baja Azovstal.

Kalin mengatakan dia membahas proposal tersebut dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meskipun Moskow belum menyetujuinya.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mendeklarasikan kemenangan di Mariupol dan memerintahkan militernya untuk tidak menyerbu pabrik baja itu tetapi memblokadenya.

Namun, pasukan Ukraina–yang dipimpin oleh Batalyon Azov–telah melaporkan bahwa pertempuran belum berhenti, dan bahwa Rusia terus berusaha untuk menyerbu pabrik, yang mereka tegaskan belum berada di bawah kendali Moskow. Mereka juga mengatakan tentara yang terluka "sekarat" di sana.

Batalyon Azov adalah milisi sayap kanan yang sekarang menjadi bagian dari Garda Nasional Ukraina.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved