Jenderal Ukraina Klaim Kudeta Terhadap Putin Sedang Terjadi

Minggu, 15 Mei 2022 - 10:49 WIB
loading...
Jenderal Ukraina Klaim...
Pejabat tinggi militer Ukraina mengatakan kudeta terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin sedang terjadi. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Pejabat tinggi militer Ukraina mengatakan bahwa kudeta untuk menggulingkan Presiden Rusia Vladimir Putin sedang berlangsung dan tidak dapat dihentikan.

Mayor Jenderal Kyrylo Budanov mengatakan kepada media Inggris Sky News bahwa jika Rusia kalah perang di Ukraina, Putin akan digulingkan dan negaranya akan runtuh.

"Ini pada akhirnya akan mengarah pada perubahan kepemimpinan Federasi Rusia," kata Budanov kepada outlet tersebut.

"Proses ini telah diluncurkan," imbuhnya seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (15/5/2022).

Baca juga: Ukraina Klaim Jenderal Top Rusia Dicopot karena Invasi Tak Mulus

Ketika ditekan apakah dia yakin kudeta sudah terjadi, dia menjawab, "ya."

"Mereka bergerak dengan cara ini dan tidak mungkin untuk menghentikannya," ia menambahkan.

Dalam wawancara yang disiarkan Sky, Budanov tidak memberikan bukti kudeta itu. Sementara ada spekulasi apakah kinerja pasukan Rusia yang buruk di Ukraina dapat memicu pemecatan Putin, para ahli meragukan apakah ini mungkin.

Rusia Federal Protective Service (FSO) agen mata-mata utama, FSB, dan Garda Nasional (Rosgvardia) berfungsi untuk melindungi Putin.

Namun, spekulasi berkembang tentang kesehatan Putin, dengan sejumlah laporan beberapa minggu terakhir menunjukkan bahwa dia menderita sakit yang parah, berpotensi melemahkan cengkeramannya pada kekuasaan.

Dalam wawancara Sky News, Budanov memperkuat rumor ini, yang terbaru termasuk seorang oligarki yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada sebuah majalah bahwa Putin menderita sakit kanker darah.

Baca juga: Media Inggris Ramai-ramai Beritakan Putin Sakit Kanker Darah, Benarkah?

"Kami dapat memastikan bahwa Putin dalam kondisi psikologis dan fisik yang sangat buruk dan dia sangat sakit," kata Budanov.

"Dia sangat sakit. Dia memiliki berbagai penyakit pada saat yang sama, salah satunya adalah kanker," imbuhnya.

Kremlin, yang telah dihubungi Newsweek untuk dimintai komentar, telah berulang kali mengatakan bahwa Putin dalam keadaan sehat.

Namun, penampilan publik pemimpin Rusia itu di mana dia terlihat goyah, serta ketidakhadirannya dari pertandingan hoki minggu ini yang biasanya dia ikuti, telah menambah misteri tentang kondisinya.

Budanov juga mengatakan dalam wawancara itu bahwa dia mengharapkan perang di Ukraina berakhir pada akhir tahun dengan kemenangan bagi pasukan Kiev. Dia memperkirakan bahwa "titik puncak" dalam konflik ini akan terjadi pada bulan Agustus mendatang.

"Kami akan memperbarui kekuatan Ukraina di semua wilayah kami yang telah hilang termasuk Donbas dan Crimea," katanya dalam penilaian yang diharapkan optimis.

Baca juga: Putin: Barat Siap Korbankan Dunia untuk Raih Dominasi Global

Sementara itu pada hari Sabtu, walikota Kharkiv, Ihor Terekhov, mengatakan kepada BBC bahwa Rusia telah mundur dari kota kedua Ukraina.

"Rusia terus-menerus menembaki Kharkiv karena mereka tinggal sangat dekat dengan kota," katanya, menambahkan bahwa mereka telah diusir oleh pertahanan teritorial Kharkiv dan Angkatan Bersenjata Ukraina.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved