China Tolak Penyelidikan Dugaan Kejahatan Perang Rusia di Ukraina
Jum'at, 13 Mei 2022 - 19:26 WIB
loading...
China tolak penyelidikan dugaan kejahatan perang Rusia di Ukraina. Foto/Russia Today
A
A
A
JENEWA - China menentang penyelidikan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB atas kemungkinan kejahatan perang Rusia di Ukraina . China memberikan suara menolak di tengah kekhawatiran penyelidikan tersebut bermotif politik, bergeser dari sikap sebelumnya yang abstain pada konflik tersebut.
“Kami telah mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir politisasi dan konfrontasi di (dewan) telah meningkat, yang telah sangat mempengaruhi kredibilitas, ketidakberpihakan dan solidaritas,” kata Chen Xu, diplomat tinggi China di kantor PBB di Jenewa, Swiss seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (13/5/2022).
Chen membuat komentarnya sebelum DewanHAM PBB melakukan pemungutan suara pada hari Kamis - dengan margin 33-2 dengan 12 abstain - untuk menyetujui resolusi yang menyerukan penyelidikan kejahatan perang.
Eritrea adalah satu-satunya negara selain China yang memilih menolak. Sedangkan anggota Dewan HAM PBB yang memilih abstain termasuk Armenia, Bolivia, Kamerun, Kuba, India, Kazakhstan, Namibia, Pakistan, Senegal, Sudan, Uzbekistan dan Venezuela.
Investigasi tampaknya hanya akan mencakup tuduhan terhadap Rusia, bukan kejahatan yang diduga dilakukan oleh pasukan Ukraina, dan akan fokus pada peristiwa di wilayah Kiev, Chernigov, Kharkov dan Sumy di Ukraina pada akhir Februari dan awal Maret.
Baca juga: Amerika Serikat: Tidak Ada Nuklir untuk Ukraina
“Kami telah mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir politisasi dan konfrontasi di (dewan) telah meningkat, yang telah sangat mempengaruhi kredibilitas, ketidakberpihakan dan solidaritas,” kata Chen Xu, diplomat tinggi China di kantor PBB di Jenewa, Swiss seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (13/5/2022).
Chen membuat komentarnya sebelum DewanHAM PBB melakukan pemungutan suara pada hari Kamis - dengan margin 33-2 dengan 12 abstain - untuk menyetujui resolusi yang menyerukan penyelidikan kejahatan perang.
Eritrea adalah satu-satunya negara selain China yang memilih menolak. Sedangkan anggota Dewan HAM PBB yang memilih abstain termasuk Armenia, Bolivia, Kamerun, Kuba, India, Kazakhstan, Namibia, Pakistan, Senegal, Sudan, Uzbekistan dan Venezuela.
Investigasi tampaknya hanya akan mencakup tuduhan terhadap Rusia, bukan kejahatan yang diduga dilakukan oleh pasukan Ukraina, dan akan fokus pada peristiwa di wilayah Kiev, Chernigov, Kharkov dan Sumy di Ukraina pada akhir Februari dan awal Maret.
Baca juga: Amerika Serikat: Tidak Ada Nuklir untuk Ukraina
Lihat Juga :