Bandar Narkoba Terkaya Sepanjang Sejarah, Nomor 2 Punya 27 Pesawat Boeing 727
Jum'at, 13 Mei 2022 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Kekayaan Ochoa bersaudara ini diperkirakan mencapai USD6 miliar. Mereka menjadi kaya lantaran memiliki koneksi dengan jaringan kriminal milik bos kartel narkoba, Pablo Escobar.
Pada 1991, Jorge ditangkap oleh pihak kepolisian dan menjalani hukuman penjara selama 5,5 tahun.
Sedangkan Fabio menjalani hukuman penjara 30 tahun di Amerika Serikat. Pada 2013, Juan David meninggal dunia.
5. Khun Sa
Kekayaan Khun Sa diperkirakan mencapai USD5 miliar. Khun Sa merupakan mantan panglima militer di Burma. Ia terkenal dengan sebutan Jenderal Candu.
![Bandar Narkoba Terkaya Sepanjang Sejarah, Nomor 2 Punya 27 Pesawat Boeing 727]()
Julukan itu disematkan pada dirinya lantaran ia dikenal sebagai penyelundup candu di kawasan Segitiga Emas.
Pada 1976, ia menyelundupkan candu dan mulai bermarkas di Desa Ban Hin Taek. Pada Oktober 1981, tentara Thailand dan gerilyawan Myanmar berusaha membunuh Sa, namun gagal.
Sa dituduh pengadilan New York, Amerika Serikat karena mengimpor 1000 ton heroin pada 1989. Sa pun menyerahkan diri kepada pemerintah Myanmar pada 1996.
Namun usai menyerahkan diri, pemerintah Myanmar tidak pernah menyerahkan Sa kepada Amerika Serikat. Ia menjalani sisa hidupnya di Rangoon.
Pada 1991, Jorge ditangkap oleh pihak kepolisian dan menjalani hukuman penjara selama 5,5 tahun.
Sedangkan Fabio menjalani hukuman penjara 30 tahun di Amerika Serikat. Pada 2013, Juan David meninggal dunia.
5. Khun Sa
Kekayaan Khun Sa diperkirakan mencapai USD5 miliar. Khun Sa merupakan mantan panglima militer di Burma. Ia terkenal dengan sebutan Jenderal Candu.

Julukan itu disematkan pada dirinya lantaran ia dikenal sebagai penyelundup candu di kawasan Segitiga Emas.
Pada 1976, ia menyelundupkan candu dan mulai bermarkas di Desa Ban Hin Taek. Pada Oktober 1981, tentara Thailand dan gerilyawan Myanmar berusaha membunuh Sa, namun gagal.
Sa dituduh pengadilan New York, Amerika Serikat karena mengimpor 1000 ton heroin pada 1989. Sa pun menyerahkan diri kepada pemerintah Myanmar pada 1996.
Namun usai menyerahkan diri, pemerintah Myanmar tidak pernah menyerahkan Sa kepada Amerika Serikat. Ia menjalani sisa hidupnya di Rangoon.
(sya)
Lihat Juga :