Putin Kirim Peringatan Hari Kiamat ke Barat saat Parade Kemenangan Perang Dunia II
Sabtu, 07 Mei 2022 - 11:03 WIB
loading...
A
A
A
Putin menyebut perang di Ukraina sebagai pertempuran untuk melindungi penutur bahasa Rusia di sana dari penganiayaan oleh Nazi dan untuk menjaga dari apa yang dia sebut sebagai ancaman AS terhadap Rusia yang ditimbulkan oleh perluasan NATO.
Ukraina dan Barat menolak klaim fasisme itu sebagai omong kosong dan mengatakan Putin mengobarkan perang agresi yang tidak beralasan.
Uni Soviet kehilangan 27 juta orang dalam Perang Dunia Kedua, lebih banyak dari negara lain mana pun.
Putin dalam beberapa tahun terakhir telah mencerca apa yang dilihat Moskow sebagai upaya di Barat untuk merevisi sejarah perang untuk meremehkan kemenangan Soviet.
Selain kekalahan Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte tahun 1812, kekalahan Nazi Jerman adalah kemenangan militer paling dihormati Rusia, meskipun kedua invasi bencana dari Barat itu membuat Rusia sangat sensitif tentang perbatasannya.
Perang di Ukraina akan membayangi Hari Kemenangan ini.
Invasi Rusia telah menewaskan ribuan orang dan membuat hampir 10 juta orang mengungsi.
Agresi ini juga membuat Rusia berada dalam cengkeraman sanksi Barat yang keras, dan telah menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi yang lebih luas antara Rusia dan Amerika Serikat.
Sejauh ini, Rusia dan AS merupakan kekuatan nuklir terbesar di dunia.
Sebanyak 11.000 tentara akan berbaris melintasi Lapangan Merah bersama 131 perangkat keras militer untuk menghadirkan tontonan besar pada dunia.
Konflik Ukraina telah mengungkap kelemahan dalam angkatan bersenjata Rusia meskipun Putin dalam dua dekade kekuasaannya berupaya menghentikan kemunduran pasca-Soviet.
Kremlin belum mencapai kemenangan cepat dalam invasi ke Ukraina dan ekonomi Rusia diperas keras oleh sanksi Barat.
Ukraina dan Barat menolak klaim fasisme itu sebagai omong kosong dan mengatakan Putin mengobarkan perang agresi yang tidak beralasan.
Uni Soviet kehilangan 27 juta orang dalam Perang Dunia Kedua, lebih banyak dari negara lain mana pun.
Putin dalam beberapa tahun terakhir telah mencerca apa yang dilihat Moskow sebagai upaya di Barat untuk merevisi sejarah perang untuk meremehkan kemenangan Soviet.
Selain kekalahan Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte tahun 1812, kekalahan Nazi Jerman adalah kemenangan militer paling dihormati Rusia, meskipun kedua invasi bencana dari Barat itu membuat Rusia sangat sensitif tentang perbatasannya.
Perang di Ukraina akan membayangi Hari Kemenangan ini.
Invasi Rusia telah menewaskan ribuan orang dan membuat hampir 10 juta orang mengungsi.
Agresi ini juga membuat Rusia berada dalam cengkeraman sanksi Barat yang keras, dan telah menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi yang lebih luas antara Rusia dan Amerika Serikat.
Sejauh ini, Rusia dan AS merupakan kekuatan nuklir terbesar di dunia.
Sebanyak 11.000 tentara akan berbaris melintasi Lapangan Merah bersama 131 perangkat keras militer untuk menghadirkan tontonan besar pada dunia.
Konflik Ukraina telah mengungkap kelemahan dalam angkatan bersenjata Rusia meskipun Putin dalam dua dekade kekuasaannya berupaya menghentikan kemunduran pasca-Soviet.
Kremlin belum mencapai kemenangan cepat dalam invasi ke Ukraina dan ekonomi Rusia diperas keras oleh sanksi Barat.
Lihat Juga :