Edan! Liburan Ini Tawarkan Seks Tanpa Batas dengan 100 Pelacur
Kamis, 05 Mei 2022 - 21:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Heboh, Universitas Ini Ajari Mahasiswi Bidan Rawat Pria Melahirkan Melalui Penis
Sex Island awalnya direncanakan sebagai acara tahunan. Ini pertama kali dimulai pada tahun 2017 dan dengan cepat menjadi berita utama setelah penyelenggara membuat marah pejabat Kolombia ketika mereka mencoba mengadakan liburan edan tersebut di negara itu.
Lokasi pesta empat hari itu akhirnya diubah menjadi pulau Karibia yang "ramah narkoba". Itu diadakan lagi pada tahun 2018 sebelum konon ditunda selama beberapa tahun.
Seorang warga New York yang membeli tiket pada acara 2017 berbicara pada tahun berikutnya, menumpahkan detail betapa bejatnya liburan itu.
“Semuanya ada 30 dari kami (pemegang tiket), semua laki-laki kecuali satu pasangan,” kata dokter gigi berusia 33 tahun bernama Ryan.
“Sebagian besar adalah pria profesional, dokter, pengacara, berusia antara 25 dan 50 tahun. Setengah dari mereka sudah menikah,” imbuhnya.
“Ada beberapa orang aneh dari Silicon Valley yang belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya dan awalnya gugup,” lanjut Ryan.
“Ada juga dua bintang pop besar dari Kanada. Saya segera mengenali salah satu dari mereka, dia sangat terkenal dan itu cukup membuat saya kembali,” ucapnya.
Baca juga: Pria dengan 9 Istri Punya Jadwal Seks untuk Kepuasan Pasangan
Dokter gigi — yang sudah menikah tetapi tidak memberi tahu istrinya tentang pesta seks selama empat hari itu — mengatakan pesta pora dimulai tak lama setelah liburan dimulai, karena setiap pria harus memilih dua gadis yang akan menemani mereka selama liburan.
“Baru 15 menit perjalanan, saya sudah berada di ranjang bersama mereka,” Ryan antusias menceritakan pengalamannya.
“Beberapa dari mereka (para tamu) tidak tidur selama empat hari penuh, mereka hanya terjaga siang dan malam untuk memanfaatkan dua gadis mereka. Jika Anda bosan dengan gadis yang sama, Anda bisa melakukan kesepakatan dengan tamu lain dan melakukan pertukaran,” ungkapnya.
Ryan mengungkapkan bahwa obat-obatan terlarang tersedia sepanjang waktu, mengatakan ada pil, popper, dan kokain.
Sex Island awalnya direncanakan sebagai acara tahunan. Ini pertama kali dimulai pada tahun 2017 dan dengan cepat menjadi berita utama setelah penyelenggara membuat marah pejabat Kolombia ketika mereka mencoba mengadakan liburan edan tersebut di negara itu.
Lokasi pesta empat hari itu akhirnya diubah menjadi pulau Karibia yang "ramah narkoba". Itu diadakan lagi pada tahun 2018 sebelum konon ditunda selama beberapa tahun.
Seorang warga New York yang membeli tiket pada acara 2017 berbicara pada tahun berikutnya, menumpahkan detail betapa bejatnya liburan itu.
“Semuanya ada 30 dari kami (pemegang tiket), semua laki-laki kecuali satu pasangan,” kata dokter gigi berusia 33 tahun bernama Ryan.
“Sebagian besar adalah pria profesional, dokter, pengacara, berusia antara 25 dan 50 tahun. Setengah dari mereka sudah menikah,” imbuhnya.
“Ada beberapa orang aneh dari Silicon Valley yang belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya dan awalnya gugup,” lanjut Ryan.
“Ada juga dua bintang pop besar dari Kanada. Saya segera mengenali salah satu dari mereka, dia sangat terkenal dan itu cukup membuat saya kembali,” ucapnya.
Baca juga: Pria dengan 9 Istri Punya Jadwal Seks untuk Kepuasan Pasangan
Dokter gigi — yang sudah menikah tetapi tidak memberi tahu istrinya tentang pesta seks selama empat hari itu — mengatakan pesta pora dimulai tak lama setelah liburan dimulai, karena setiap pria harus memilih dua gadis yang akan menemani mereka selama liburan.
“Baru 15 menit perjalanan, saya sudah berada di ranjang bersama mereka,” Ryan antusias menceritakan pengalamannya.
“Beberapa dari mereka (para tamu) tidak tidur selama empat hari penuh, mereka hanya terjaga siang dan malam untuk memanfaatkan dua gadis mereka. Jika Anda bosan dengan gadis yang sama, Anda bisa melakukan kesepakatan dengan tamu lain dan melakukan pertukaran,” ungkapnya.
Ryan mengungkapkan bahwa obat-obatan terlarang tersedia sepanjang waktu, mengatakan ada pil, popper, dan kokain.
Lihat Juga :