Gabbard: Obama di Balik Kementerian Kebenaran, Biden Sekedar Front Man

Senin, 02 Mei 2022 - 12:11 WIB
loading...
Gabbard: Obama di Balik...
Mantan anggota DPR AS untuk Hawaii Tulsi Gabbard dari Partai Demokrat. Foto/national review
A A A
WASHINGTON - Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengumumkan pembentukan Dewan Tata Kelola Disinformasi (DGB).

DGB bertugas melawan informasi yang salah mengenai keamanan dalam negeri, dengan fokus khusus pada Rusia dan migrasi tidak teratur.



Tulsi Gabbard (Partai Demokrat), mantan anggota DPR AS untuk Hawaii, berpendapat mantan Presiden AS Barack Obama, bukan Presiden Joe Biden, yang berada di balik upaya federal membentuk DGB.

Baca juga: Menlu Rusia: Barat Baru Saja Mencuri Lebih dari Rp4.356 Triliun dari Moskow

"Biden hanyalah seorang front man," ujar Gabbard di Twitter Minggu.

Baca juga: Turki Berjanji Dukung NATO jika Terjadi Serangan Sekecil Apapun

"Obama, 21 April: sensor media sosial 'tidak cukup jauh,' jadi pemerintah perlu turun tangan untuk melakukan pekerjaan itu," papar dia.

Dia kemudian membandingkan DGB yang direncanakan dengan 'Kementerian Kebenaran' George Orwell, salah satu dari empat kementerian pemerintah Oseania dalam novel "Nineteen Eighty-Four."

"Enam hari kemudian, Homeland Security meluncurkan 'Kementerian Kebenaran' (alias Dewan Tata Kelola Disinformasi)," tweet Gabbard.

Biden dan Gabbard adalah dua dari beberapa kandidat presiden yang bersaing untuk nominasi Partai Demokrat dalam pemilu presiden AS 2020.

Postingan Gabbard termasuk video pidato Obama di Universitas Stanford akhir bulan lalu, yang mencakup teguran atas masuknya kesalahan dan disinformasi saat ini, serta perjuangan Big Tech saat ini untuk memoderasi konten semacam itu.

“Sekarang kabar baiknya adalah bahwa hampir semua platform teknologi besar sekarang mengakui beberapa tanggung jawab untuk konten di platform mereka, dan mereka berinvestasi dalam tim banyak orang untuk memantaunya,” papar mantan Presiden AS Obama.

Obama mencatat, “Volume konten yang membutuhkan moderasi bisa terasa seperti permainan Whac-A-Mole."

"Tetapi sementara moderasi konten dapat membatasi distribusi konten yang jelas-jelas berbahaya, itu tidak cukup jauh," tegas Obama.

Dewan, yang akan dipimpin Nina Jankowicz, mendapat kecaman terkait direktur eksekutif masa depannya, yang pernah menggambarkan harta informasi di laptop Hunter Biden sebagai "produk kampanye Trump."

Gabbard sebelumnya menyamakan pemerintahan Biden dengan kediktatoran atas pembentukan dewan itu.

“Setiap kediktatoran memiliki lengan propaganda, ‘Departemen Kebenaran'. Pemerintahan Biden sekarang secara resmi bergabung dengan jajaran kediktatoran semacam itu dengan pembentukan apa yang disebut 'Dewan Tata Kelola Disinformasi,'” papar mantan anggota DPR AS untuk Hawaii.

Senator Tom Cotton (Partai Republik) juga membuat referensi Orwellian sebagai tanggapan atas peluncuran DGB. Dia menyebut langkah itu “tidak konstitusional.”

"Pemerintah Federal tidak punya urusan untuk menciptakan Kementerian Kebenaran," ujar Senator Tom Cotton.

Dia menjelaskan, "'Departemen Disinformasi' Departemen Keamanan Dalam Negeri tidak konstitusional dan tidak Amerika, dan saya akan memperkenalkan undang-undang untuk menggundulinya."

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Nah, Tak Ada Agenda...
Nah, Tak Ada Agenda Trump Teken Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini
Rekomendasi
Rekor Sempurna Belanda...
Rekor Sempurna Belanda Terjaga di Piala Dunia, Virgil van Dijk Jadi Sorotan
Barongsai PRJ 2026 Sedot...
Barongsai PRJ 2026 Sedot Perhatian Pengunjung, Anak-Anak Antusias Beri Angpao
Rumah Anisa Rahma 80...
Rumah Anisa Rahma 80 Persen Terbakar, Ruang Berisi 3.500 Al-Quran Tetap Utuh
Berita Terkini
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved